PEMALANG, PUBLIKATODAYS.COM – Pelaksanaan pembangunan Jalan Kyai Makmur yang berada di depan Pendopo Kabupaten Pemalang kembali menjadi perhatian publik. Proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang tersebut sebelumnya disorot terkait dugaan monopoli proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp299 juta yang bersumber dari APBD.
Belum selesai menjadi perbincangan, kini muncul informasi baru mengenai dugaan upaya membungkam wartawan yang melakukan peliputan dan pemberitaan mengenai proyek tersebut.
Informasi yang diperoleh menyebutkan adanya dugaan seorang perantara yang diduga mendapat tugas dari pihak kontraktor untuk memberikan uang sebesar Rp1 juta kepada seorang oknum wartawan.
Uang tersebut diduga diberikan dengan tujuan agar pemberitaan terkait proyek Jalan Kyai Makmur tidak berlanjut atau dapat diredam. Namun, dugaan upaya tersebut disebut tidak berhasil menghentikan perhatian media terhadap persoalan yang muncul di lapangan.
Munculnya isu dugaan pemberian uang kepada wartawan tersebut semakin menambah polemik seputar proyek Jalan Kyai Makmur. Sebelumnya, sorotan telah diarahkan pada dugaan monopoli proyek yang nilai anggarannya disebut mencapai sekitar Rp299 juta.
Kendati demikian, informasi mengenai dugaan monopoli maupun dugaan upaya pembungkaman wartawan masih memerlukan klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun DPUPR Kabupaten Pemalang belum memberikan keterangan resmi terkait kedua persoalan tersebut.
Redaksi Publikatodays.com masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi, sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.














