Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

BBM Kendaraan Patroli Dishub Bintan Diduga Dipindahkan ke Botol untuk Mobil Pribadi, Pegawai Akui Sering Melakukan, Pengawasan Dipertanyakan

51
×

BBM Kendaraan Patroli Dishub Bintan Diduga Dipindahkan ke Botol untuk Mobil Pribadi, Pegawai Akui Sering Melakukan, Pengawasan Dipertanyakan

Share this article

Bintan, publikatodays.com— Aktivitas seorang pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bintan yang diduga melansir bahan bakar minyak (BBM) dari kendaraan patroli dinas ke dalam sejumlah botol menjadi sorotan.

Aktivitas tersebut disebut berlangsung di kawasan Kilometer 12, Tanjungpinang, Jumat (25/9/2026). BBM terlihat dipindahkan ke botol-botol yang sebelumnya telah disiapkan.

Pegawai yang diketahui bernama Hendriawan tersebut, saat ditemui di lokasi, mengakui bahwa dirinya melakukan aktivitas tersebut. Namun, ia membantah BBM yang dipindahkan merupakan BBM yang disediakan oleh kantor.

Menurut Hendriawan, BBM tersebut dibelinya menggunakan uang pribadi dan akan digunakan untuk kendaraan pribadinya.

“Demi Allah, kendaraan patroli dinas ini tidak pernah mendapatkan BBM dari kantor. Ini saya beli menggunakan uang pribadi,” ujar Hendriawan.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan lain terkait operasional kendaraan patroli Dishub Bintan. Jika kendaraan dinas memang tidak memperoleh BBM dari kantor, bagaimana mekanisme pembiayaan bahan bakarnya dan dari mana sumber BBM yang digunakan selama menjalankan tugas?

Persoalan semakin menjadi perhatian karena lokasi pengambilan BBM tersebut berada di wilayah Tanjungpinang, sementara Hendriawan diketahui berdinas di wilayah Bintan Buyu. Aktivitas melansir BBM menggunakan kendaraan patroli dinas hingga ke kawasan Kilometer 12 pun menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan dan mekanisme penggunaan kendaraan tersebut.

Keterangan Hendriawan juga sempat berubah. Awalnya, ia menyampaikan bahwa BBM tersebut diminta oleh abangnya karena mobil sang abang mengalami kehabisan bensin.

Namun, setelah beberapa kali dikonfirmasi, Hendriawan akhirnya menyampaikan bahwa BBM tersebut akan digunakan untuk kendaraan pribadinya.

Perbedaan keterangan tersebut menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak Dishub Bintan, terutama mengenai status BBM, penggunaan kendaraan patroli, serta aturan internal terkait pemanfaatan kendaraan dan fasilitas dinas.

Pengawasan Dipertanyakan

Aktivitas tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap kendaraan operasional milik pemerintah daerah.

Apabila benar BBM tersebut berasal dari pembelian pribadi, tentu perlu dijelaskan secara terbuka mengapa proses pengisian atau pemindahan BBM dilakukan menggunakan kendaraan patroli dinas.

Sebaliknya, apabila BBM tersebut merupakan fasilitas atau anggaran operasional pemerintah, maka mekanisme penggunaannya perlu diperjelas agar tidak menimbulkan dugaan penyalahgunaan fasilitas negara.

Media kemudian berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan, Mohd Insan Amin, untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pengadaan BBM kendaraan patroli dan memastikan apakah kendaraan tersebut memang tidak memperoleh BBM dari kantor.

Konfirmasi disampaikan melalui WhatsApp untuk memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Namun hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi tersebut belum memperoleh jawaban, meskipun pesan yang dikirim telah terlihat dibaca.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari Dishub Bintan.

Sebab, persoalannya bukan semata-mata soal beberapa botol BBM, melainkan menyangkut penggunaan kendaraan dinas, mekanisme operasional kendaraan patroli, sumber BBM, serta pengawasan terhadap fasilitas pemerintah.

Jika memang seluruhnya sesuai aturan, penjelasan resmi dari pihak Dishub Bintan tentu penting untuk meluruskan informasi dan menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat.

Publikatodays.com akan terus membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *