Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
DaerahNasional

Lampu Jembatan Gunung Tabur Rp2,8 Miliar Dipertanyakan: Kini Gelap, Ke Mana Perawatannya?

53
×

Lampu Jembatan Gunung Tabur Rp2,8 Miliar Dipertanyakan: Kini Gelap, Ke Mana Perawatannya?

Share this article

PUBLIKATODAYS_ KALIMANTAN TIMUR. BERAU — Kondisi penerangan di Jembatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, kembali menjadi sorotan. Warga mempertanyakan keberadaan dan perawatan lampu penerangan jembatan yang sebelumnya dibangun dengan anggaran fantastis yang disebut mencapai kurang lebih Rp2,8 miliar.

 

Ironisnya, besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah kini dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. Lampu yang semestinya menjadi penerang sekaligus mempercantik kawasan jembatan tersebut kini nyaris tidak terlihat berfungsi.

 

Saat malam tiba, sejumlah bagian jembatan justru tampak gelap dan suram. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar dari masyarakat: siapa yang bertanggung jawab melakukan pemeliharaan, dan ke mana anggaran perawatan fasilitas tersebut?

 

«“Kalau memang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah, jangan hanya bagus saat peresmian. Setelah itu harus ada perawatan. Sekarang malam hari gelap, lampunya tidak terlihat lagi,” keluh seorang warga.»

 

Warga menilai persoalan tersebut tidak semestinya dianggap sepele. Penerangan jembatan berkaitan langsung dengan kenyamanan, keselamatan pengguna jalan, estetika kawasan, serta wajah daerah.

 

Apalagi Jembatan Gunung Tabur merupakan salah satu infrastruktur yang menjadi bagian penting dari kawasan perkotaan dan jalur aktivitas masyarakat. Ketika fasilitas bernilai miliaran rupiah dibiarkan tanpa perawatan, publik berhak mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran daerah.

 

Anggaran Besar, Mengapa Cepat Gelap?

 

Pertanyaan publik kini mengarah kepada instansi teknis yang menangani pembangunan maupun pemeliharaan fasilitas tersebut.

 

Jika lampu mengalami kerusakan, kapan terakhir dilakukan pemeriksaan? Apakah terdapat kontrak pemeliharaan? Siapa pihak yang bertanggung jawab? Berapa anggaran pemeliharaan yang telah disiapkan? Dan apakah ada mekanisme pengawasan setelah proyek dinyatakan selesai?

 

Jangan sampai pola pengelolaan infrastruktur hanya berhenti pada membangun dan meresmikan, sementara pemeliharaan setelahnya justru terabaikan.

 

Sebab, membangun menggunakan uang rakyat merupakan satu hal. Memastikan hasil pembangunan tetap berfungsi dan memberikan manfaat bertahun-tahun adalah tanggung jawab yang tidak kalah penting.

 

Kondisi ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Berau dan dinas terkait agar tidak menutup mata terhadap fasilitas publik yang mulai kehilangan fungsi.

 

Masyarakat tidak membutuhkan sekadar proyek dengan angka miliaran rupiah. Mereka membutuhkan infrastruktur yang benar-benar berfungsi, dirawat, dan memberikan manfaat nyata.

 

Kini publik menunggu jawaban:

Apakah lampu Jembatan Gunung Tabur memang rusak?

Siapa yang bertanggung jawab atas pemeliharaannya?

Berapa anggaran perawatan yang disiapkan?

Dan mengapa fasilitas yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,8 miliar tersebut kini justru kembali tenggelam dalam gelap?

 

PUBLIKATODAYS_ akan meminta konfirmasi kepada Pemkab Berau, dinas teknis terkait, serta pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemeliharaan lampu Jembatan Gunung Tabur. Jika belum ada tanggapan, hal tersebut akan menjadi bagian dari pemberitaan sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *