KEDIRI, PUBLIKATODAYS — Pemkab Kediri terus menggenjot program revitalisasi sarana pendidikan untuk memperbaiki ratusan ruang kelas sekolah yang rusak. Program ini dijalankan menggunakan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat serta pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kediri tahun 2024. Upaya ini dilakukan untuk memastikan siswa dapat belajar dalam kondisi aman, nyaman, layak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamad Muhsin, menyampaikan bahwa total ada 42 sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi, tersebar di 18 kecamatan wilayah Kabupaten Kediri. Pembangunan difokuskan pada perbaikan gedung sekolah yang mengalami kerusakan berat sedang, mulai dari atap bocor, plafon runtuh, dinding retak, hingga fasilitas toilet dan sanitasi yang tidak layak pakai.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses perbaikan ditargetkan selesai pada Desember 2024. Hal ini agar saat memasuki tahun ajaran baru, siswa sudah dapat kembali menempati ruang kelas yang aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
Selain perbaikan fisik, Dinas Pendidikan juga memastikan proses pembelajaran tetap berjalan lancar selama masa renovasi. Pihak sekolah telah mengatur pembelajaran sementara dengan memindahkan aktivitas ke ruang kelas lain, perpustakaan, atau ruang serbaguna agar tidak mengganggu jadwal belajar siswa.
“Kami berkomitmen menjaga keselamatan siswa dan guru. Tidak boleh ada kegiatan belajar di bangunan yang berisiko,” ujar Muhsin saat meninjau salah satu sekolah di Kecamatan Ngasem pada Kamis (10/10).
*FAKTA PRESTASI:*
✓ 42 Sekolah direvitalisasi di 18 Kecamatan
✓ 138 ruang kelas diperbaiki, mulai tingkat SD dan SMP
✓ Dana DAK 2024 disalurkan Rp 18,7 miliar
✓ Dana APBD Kabupaten Kediri Rp 6,3 miliar
✓ Target penyelesaian seluruh pekerjaan Desember 2024
*DAMPAK PROGRAM:*
– Meningkatkan kualitas lingkungan belajar yang aman dan nyaman
– Memperbaiki pemerataan fasilitas pendidikan hingga ke wilayah desa
– Mendukung peningkatan kenyamanan dan semangat belajar siswa-guru
– Menjadi langkah nyata pemerataan pembangunan pendidikan di Kabupaten Kediri
Program ini juga mendapat respon positif dari para guru dan wali murid. Mereka berharap revitalisasi ini bisa terus berlanjut setiap tahun untuk menekan jumlah sekolah rusak.
Pemkab Kediri membuka kanal pengaduan masyarakat melalui Dinas Pendidikan jika menemukan sekolah yang belum tersentuh perbaikan. Seluruh proses diawasi secara ketat agar pembangunan sesuai standar dan selesai tepat waktu.
(Suyati)














