Batam,publikatodays.com— Truk trailer yang mengangkut silinder atau pipa berukuran besar tersangkut di portal SP Plaza pada 26 Oktober 2026 dan menyebabkan kemacetan panjang. Insiden tersebut menuai keluhan masyarakat sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan, pengawalan, serta pengaturan jam operasional kendaraan berat di Kota Batam.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena kendaraan dengan muatan berukuran besar berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas apabila tidak didukung perencanaan rute, pengaturan waktu perjalanan, dan pengamanan yang memadai.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Cabang Kota Batam, Doni Sihite, mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) serta koordinasi antara perusahaan pengangkut dan pihak berwenang dalam proses distribusi material berukuran besar.
“Kami tidak melihat adanya pengawalan terhadap mobil trailer tersebut. Karena itu, kami mempertanyakan bagaimana SOP dan koordinasi antara pihak berwenang dengan perusahaan yang mengangkut material berukuran besar ini,” ujar Doni ke awak media publikatodays selasa 27 Oktober 2026
Menurut Doni, pembangunan dan investasi di Kota Batam memang perlu didukung. Namun, aktivitas distribusi material untuk menunjang pembangunan tidak boleh mengabaikan keselamatan pengguna jalan maupun kenyamanan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kelancaran investasi harus berjalan beriringan dengan ketertiban lalu lintas. Jangan sampai aktivitas pengangkutan material berukuran besar justru menimbulkan kemacetan dan mengganggu mobilitas masyarakat.
“Jangan hanya mengejar target investasi, tetapi keselamatan lalu lintas juga harus diperhatikan. Masyarakat berhak mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat menggunakan jalan,” tegasnya.
GMKI Cabang Kota Batam juga meminta agar setiap perusahaan pengangkut material berat memastikan seluruh prosedur perjalanan dipenuhi, mulai dari pemilihan rute, kesesuaian dimensi muatan, hingga pengaturan waktu melintas.
Doni turut menyoroti pentingnya pengawalan oleh pihak berwenang apabila diwajibkan atau diperlukan berdasarkan ketentuan yang berlaku, karakteristik muatan, serta kondisi jalur yang dilalui.
Selain persoalan pengawalan, GMKI Batam mendesak pemerintah dan instansi terkait mengevaluasi pengaturan jam operasional truk kontainer, trailer, serta kendaraan bermuatan berat di sejumlah ruas jalan Kota Batam.
Menurutnya, pengaturan waktu operasional yang jelas dan penerapan aturan secara konsisten dapat membantu mengurangi potensi kemacetan, menekan risiko kecelakaan, serta meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
“Kami meminta agar setiap perusahaan yang mengangkut material berat memperhatikan keselamatan dan memastikan seluruh prosedur dipenuhi. Kami juga meminta agar aturan jam operasional truk segera dibuat atau dievaluasi secara jelas, supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.
Insiden di portal SP Plaza tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, aparat terkait, dan perusahaan transportasi untuk memperkuat koordinasi serta pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material berukuran besar.
GMKI Cabang Kota Batam menilai, pembangunan dan aktivitas distribusi barang harus tetap berjalan sesuai ketentuan, tanpa mengorbankan keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
Publik kini menantikan langkah konkret instansi terkait untuk mengevaluasi penyebab kendaraan tersebut tersangkut di portal, memastikan kepatuhan terhadap ketentuan pengangkutan, serta memperjelas pengaturan operasional kendaraan berat di jalan raya.














