PEMALANG , PUBLIKATODAYS.COM — Alih fungsi kawasan pedestrian Citywalk Pemalang, khususnya di sekitar area kantor Pegadaian, menuai sorotan tajam dan gelombang kritik dari masyarakat. Fasilitas publik yang semestinya menjadi ruang nyaman bagi pejalan kaki kini dinilai berubah fungsi akibat maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang tidak terkendali.
Berdasarkan pantauan di lapangan serta keluhan yang masif di ruang digital, kondisi kawasan tersebut kian memprihatinkan. Lantai granit yang menjadi ikon estetika tampak kotor, sementara aroma tidak sedap seperti bau pesing dikeluhkan pengunjung karena merusak kenyamanan.
Sejumlah warganet meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Kehadiran pedagang yang meluber hingga memakan badan jalur pejalan kaki dinilai telah mereduksi esensi Citywalk.
“Ambune pesing men,” keluh akun MasFitt dalam kolom komentar media sosial, menggambarkan kondisi kebersihan di kawasan tersebut.
Kritik senada turut disuarakan oleh warga lainnya yang menilai kawasan tersebut kini menyerupai pasar malam alih-alih ruang publik yang tertib.
“Yang dagang tolong dikondisikan, masa iya pada jualan di trotoar untuk pejalan kaki jadi terganggu untuk lewat, udah kaya pasar malam jadinya,” tulis akun ziro.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Pemalang, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan instansi terkait, untuk tidak tinggal diam.
Penertiban secara komprehensif dinilai mendesak dilakukan guna mengembalikan fungsi asal kawasan tanpa mematikan ruang bagi pelaku usaha mikro untuk mencari nafkah secara tertib.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih belum memberikan keterangan resmi terkait langkah strategis atau rencana penataan lanjutan di kawasan Citywalk Pemalang.
(Tim AWPB)














