Jatah Rp7 Miliar per Bulan, KPK Bongkar Skandal Jalur Impor Gelap di Jantung Bea Cukai

 

Jakarta,publikatodays.com— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan praktik korupsi terorganisir dalam pengaturan jalur impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Dalam operasi tangkap tangan (OTT), KPK mengungkap adanya aliran uang rutin yang diduga mencapai Rp7 miliar per bulan sebagai imbalan pengamanan jalur impor milik PT Blueray Cargo.

Skema tersebut diduga berlangsung sistematis dan berulang, dengan memanfaatkan kewenangan struktural pejabat Bea Cukai untuk meloloskan barang impor tanpa pemeriksaan fisik. Akibatnya, negara dirugikan dan pasar domestik terancam dibanjiri produk ilegal, palsu, maupun tiruan.

Rp40,5 Miliar Disita, Uang Tunai hingga Logam Mulia

Dalam OTT tersebut, KPK menyita barang bukti senilai Rp40,5 miliar dari sejumlah lokasi, termasuk rumah tersangka dan kantor PT Blueray Cargo. Barang bukti yang diamankan antara lain:

Uang tunai Rp1,89 miliar

182.900 dolar AS

1,48 juta dolar Singapura

550 ribu yen Jepang

Dua keping logam mulia seberat 2,5 kg dan 2,8 kg

Satu unit jam tangan mewah senilai Rp138 juta

Uang Mengalir Rutin, Jalur Impor “Diamankan”

Penyidik menemukan bahwa setelah jalur impor dikondisikan, terjadi serangkaian pertemuan dan penyerahan uang secara rutin dari pihak PT Blueray Cargo kepada oknum pejabat Bea Cukai sepanjang Desember 2025 hingga Februari 2026. Uang tersebut diduga menjadi “jatah bulanan” bagi pihak-pihak yang berperan menjaga kelancaran jalur impor.

Dalam konstruksi perkara, KPK mengungkap adanya manipulasi parameter jalur merah yang seharusnya mewajibkan pemeriksaan fisik barang. Namun, jalur tersebut diduga direkayasa agar berubah menjadi jalur hijau, sehingga barang impor dapat langsung keluar tanpa pemeriksaan.

Enam Tersangka, Satu Masih Buron

KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka, di antaranya:

Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026

Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat di DJBC

Orlando Hamonangan (ORL), Kepala Seksi Intelijen DJBC

Andri (AND), Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Cargo

Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional PT Blueray Cargo

Sementara itu, John Field (JF), pemilik PT Blueray Cargo, masih buron setelah melarikan diri saat hendak ditangkap. KPK meminta yang bersangkutan segera menyerahkan diri.

KPK: Angka Belum Final

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa nilai Rp7 miliar per bulan terungkap saat penindakan di lapangan dan masih terus didalami.

“Angka ini belum final dan akan terus kami telusuri,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Alarm Keras Reformasi Bea Cukai

KPK menegaskan kasus ini menjadi peringatan serius bahwa praktik mafia impor masih bercokol di tubuh lembaga negara. Penelusuran aliran dana, keterlibatan pihak lain, serta potensi kerugian negara akan terus dikembangkan.

Skandal ini sekaligus menguji komitmen pemerintah dalam membersihkan Bea Cukai dari praktik korupsi yang menjadikan jabatan sebagai alat bisnis ilegal dan pengawasan negara sebagai komoditas yang diperjualbelikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *