BATANG, Publikatodays.com – Ratusan petani yang tergabung dalam simpul perjuangan Omah Tani kembali memperkuat barisan melalui agenda doa bersama dan pembekalan teknis di Desa Bandar, Kabupaten Batang, Senin (20/4) malam.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi petani di wilayah Tulis, Subah, Bandar, dan Blado untuk mempersiapkan diri menghadapi masifnya perkembangan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dimulai dengan ritual slametan (doa bersama) yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, Mbah Rizal. Agenda ini menandai dimulainya kembali aktivitas rutin Omah Tani yang sempat dijeda selama bulan suci Ramadan.
Pendiri sekaligus pendamping hukum Omah Tani, Handoko Wibowo, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual budaya, melainkan fondasi spiritual untuk menjaga kekompakan dan semangat gotong royong antarpetani.
”Kami kembali memulai konsolidasi melalui doa bersama. Ini adalah tradisi panjang yang kami rawat untuk menjaga solidaritas petani dalam memperjuangkan hak-haknya,” ujar Handoko.
Lebih dari sekadar pertemuan rutin, Omah Tani kini fokus pada langkah strategis peningkatan ekonomi anggotanya. Handoko mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan memberikan pelatihan khusus bagi tenaga kerja lokal serta standardisasi produk pertanian agar mampu terserap secara profesional di KITB.
”Harapan kami jelas, petani Batang tidak boleh hanya menjadi penonton. Dengan membekali mereka lewat pelatihan dan kurasi produk unggulan, petani akan semakin berkarya dan sejahtera di tanahnya sendiri,” tegas pria yang dikenal konsisten mengawal isu agraria ini. (Alwi Assagaf).
