Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

Program Ketahanan Pangan  Desa Sukaluyu Wangunreja Dinilai Janggal, Anggaran Ratusan Juta Di Duga Tidak Sesuai Realita

40
×

Program Ketahanan Pangan  Desa Sukaluyu Wangunreja Dinilai Janggal, Anggaran Ratusan Juta Di Duga Tidak Sesuai Realita

Share this article

Publika Todays.com|Tasikmalaya-Program ketahanan pangan yang digulirkan melalui BUMDes di Desa Sukaluyu, Kecamatan Wangunreja, Kabupaten Singaparna, Jawa Barat dinilai janggal setelah ditemukan berbagai ketidaksesuaian antara data anggaran dengan kondisi di lapangan. Informasi ini diperoleh dari wawancara yang dilakukan pada Kamis (02/06/2026) di kantor desa bersama Sekretaris Desa.

Sekretaris Desa, Holis mengakui bahwa kondisi BUMDes saat ini tidak berjalan dengan baik, karena hanya memiliki ketuanya saja tanpa adanya sekretaris dan bendahara. Akibatnya, program ketahanan pangan yang seharusnya dikelola oleh BUMDes justru dijalankan secara terpisah dan tidak melibatkan lembaga tersebut

Example 300x600

 

” Anggaran nya itu 218 pak untuk pertanian dan peternakan juga perikanan, dan itu sesuai pengajuan kelompok. Ada yang ke palawija, ada ternak domba di Wilayah Sukasari, dan ikan nila kelompok pasir garu dan Balandongan berupa kolam”, tandas nya, kamis (02-07-2026).

Saat ini BUMDes sendiri hanya beroperasi di bidang pengadaan ATK dan fotokopi di pinggir desa dengan modal awal dalam data yakni Rp 67.104.400 dan hanya menerima sumbangan PADes senilai Rp 1 juta saja, padahal di papan informasi (baligho) APBDes Tahun 2025 tercatat alokasi lebih dari Rp 100 juta.

 

” Dulu pernah ada 1 juta, kebetulan kan kepengurusan BUMDes sudah berganti dua kali ya mungkin karena tidak ada gaji, sehingga ada pergantian, dan kalo 2025 belum ada pak, paling di limpah kan ke PBB karena ada UNDes (Udunan Desa”), tambah nya.

 

Masyarakat sebagian besar mengaku tidak mengetahui tentang program ketahanan pangan yang digulirkan desa setelbh di lakukan sosial kontrol ke sejumlah wilayah perkampungan, “Duka tah pak, kirang uninga, cobi atu kapalih hanap pak, manawi aya pak RT,” tandas warga yang sedang berkumpul.

Namun, ada sebagian warga juga yang memberikan informasi tentang bantuan ternak domba dan  menyebutkan telah menerima uang sebesar Rp 6 juta untuk pembelian domba. “Sauninga abi mah kamari ngarobrol teh mung di pasihan genep juta pak ti desa, da asa duaan kitu kamari teh,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan peternakan ikan nila di Kampung Ganlandongan, pihak yang ditemui mengakui telah menerima dana dari pemerintah desa, namun tidak mengetahui jumlah yang tepat karena pemilik lahan sedang tidak berada di lokasi.

 

 “Ie balong anu pun anak pa, upami lebet namah ka desa sukur cuman abi linggih di Sukaluyu,” ujarnya. Awalnya pihak tersebut tidak mengakui adanya bantuan, namun setelah berbincang akhirnya mengakui bahwa dana telah disalurkan untuk program ternak, meskipun tidak mengetahui besarnya anggaran yang diberikan.

Salah satu persoalan adalah tidak adanya informasi publik terkait program desa tersebut. Misalnya, di lokasi peternakan ikan nila Kampung Ganlandongan tidak ditemukan papan informasi apapun yang menjelaskan tentang program desa tersebut.

 

Data anggaran program ketahanan pangan tahun 2025 menunjukkan angka yang sangat besar, yakni sebesar Rp 370.950.000 dengan rincian sebagai berikut:

1. Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian/Peternakan: Rp 10.000.000

2. Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi, pengolahan, kandang, dll): Rp 73.700.000

3. Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi, pengolahan, penggilingan padi/jagung, dll): Rp 123.145.000

4. Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Karamba/Kolam Perikanan Darat Milik Desa: Rp 100.305.000

Selain tahun 2025, pemerintah desa juga pernah mengalokasikan anggaran untuk program serupa pada tahun 2022 dan 2024:

– Tahun 2022

1. Peningkatan Produksi Tanaman Pangan: Rp 229.988.200

2. Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Teknologi Tepat Guna: Rp 65.000.000

 

– Tahun 2024

1. Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Teknologi Tepat Guna: Rp 40.000.000

2. Peningkatan Produksi Peternakan: Rp 56.755.000

Selain dari pada itu, tak nampak baligho APBDes tahun 2026 di lingkungan desa, Hingga berita ini ditayangkan, belum dilakukan wawancara dengan Kepala Desa Sukaluyu maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut terkait dengan ketidaksesuaian antara anggaran yang dialokasikan dengan pelaksanaan program di lapangan.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *