Batam, publikatodays.com— Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendorong Gerakan Pramuka untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga lingkungan, termasuk melalui pengelolaan sampah, efisiensi sumber daya, pemanfaatan energi bersih, serta pengembangan potensi lokal.
Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin Upacara Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Selasa (18/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso di hadapan peserta upacara dan jajaran Gerakan Pramuka Kota Batam.
Turut hadir Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, unsur Forkopimda Kota Batam, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta para pembina dan pengurus Gerakan Pramuka.
Peringatan Hari Pramuka tahun ini turut dimeriahkan penampilan tari “Selayang Pandang” yang melibatkan sekitar 1.000 Pramuka Penggalang. Sejumlah penghargaan juga diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan kontribusi dalam kegiatan kepramukaan.
Pramuka Diminta Hadir Melalui Aksi Nyata
Dalam sambutannya, Budi Waseso menekankan bahwa pendidikan kepramukaan tidak cukup berhenti pada teori dan pengetahuan. Nilai-nilai yang diperoleh anggota Pramuka harus diwujudkan melalui kegiatan nyata di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan nyata, seorang Pramuka mengenal pengelolaan sampah, efisiensi sumber daya, energi bersih, serta pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari kehidupan yang produktif dan berkelanjutan,” demikian pesan Budi Waseso yang dibacakan Amsakar.
Menurutnya, anggota Pramuka perlu diberikan ruang untuk mencoba sekaligus menerapkan berbagai keterampilan di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pendidikan kepramukaan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya terampil dan mandiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya.
Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut menempatkan keterampilan, kreativitas dan kemandirian sebagai bagian penting dalam membentuk generasi muda yang mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Budi Waseso menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menanam. Di dalamnya terdapat kebutuhan terhadap pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan hingga pengelolaan sumber daya.
“Swasembada pangan bukan sekadar tanam-menanam, tetapi juga membutuhkan pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, dan peran aktif generasi muda,” katanya.
Melalui pendidikan kepramukaan, anggota didorong untuk mengenal berbagai sektor yang berkaitan dengan pangan, seperti pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan.
Pengetahuan tersebut kemudian dapat dipadukan dengan pemanfaatan teknologi tepat guna dan semangat kewirausahaan sejak usia muda.
Teknologi Harus Diimbangi Karakter
Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kemampuan generasi muda juga dinilai perlu diimbangi dengan karakter yang kuat.
Teknologi, menurut Budi Waseso, harus diarahkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak kehilangan nilai kemanusiaan.
“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan,” ujar Budi.
Karena itu, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka tetap menjadi landasan dalam membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki semangat pengabdian.
Implementasinya dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana maupun inovatif, mulai dari pengelolaan sampah, menjaga lingkungan, menanam pangan, memanfaatkan teknologi hingga mengembangkan usaha berdasarkan potensi daerah.
Dari proses tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang mampu mengambil peran sebagai inovator di bidang pangan, wirausahawan, profesional hingga calon pemimpin bangsa yang berkarakter dan berintegritas.
“Mari jadikan Hari Pramuka ke-65 sebagai momentum memperkuat persatuan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” demikian pesan Budi Waseso yang dibacakan Amsakar.















