Publikatodays.com -Tudingan adanya intimidasi dan keributan di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, yang ramai beredar di media sosial, dibantah tegas oleh Dokter Venilya Warokka.
Venilya menegaskan bahwa informasi yang menyebut dirinya melakukan intimidasi tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
“Pemberitaan yang menyebut saya melakukan intimidasi atau membuat keributan itu tidak benar. Sama sekali tidak sesuai fakta,” ujarnya kepada awak media, Rabu (8/4/2026).
Ia menyayangkan beredarnya informasi tersebut tanpa adanya upaya konfirmasi langsung kepada dirinya. Sebagai pihak yang disebut dalam pemberitaan, Venilya mengaku tidak pernah dimintai keterangan.
“Saya sebagai ibu korban justru tidak pernah dihubungi untuk dimintai klarifikasi. Berita yang beredar tidak berdasar,” tegasnya.
Kuasa hukum Venilya, Vianne Mamesah, S.H., turut meluruskan kronologi kejadian yang sebenarnya. Ia menyampaikan bahwa kliennya tidak pernah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan.
“Klien kami tidak pernah mendatangi rumah siapa pun dengan berteriak, mengintimidasi, atau mengancam. Yang benar, klien kami datang ke pihak pemerintah untuk menyampaikan persoalan secara baik-baik,” jelasnya.
Menurut Vianne, narasi yang berkembang di media sosial bertolak belakang dengan kondisi faktual di lapangan. Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Selain itu, pihaknya juga meminta media untuk mengedepankan prinsip keberimbangan dan melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan suatu berita.
“Kami percaya kebenaran akan terang. Klarifikasi ini kami sampaikan agar tidak ada lagi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tutupnya.
(Jacky Saroinsong)
