PEMALANG, Publikaatodays.com – Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) menggelar dialog interaktif “Publik Bicara BSBI” bertajuk “QRIS: Akselerator Transaksi Digital dan Perkuat Daya Saing UMKM” di Hotel Regina, Pemalang, Sabtu (30/5/2026). Acara ini menyasar puluhan pelaku UMKM dari kalangan generasi muda di wilayah Pemalang.
Hadir sebagai pembicara utama, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. M. Hanif Dhakiri, menegaskan bahwa adopsi sistem pembayaran digital seperti QRIS bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis.
”Teknologi pembayaran seperti QRIS memudahkan pencatatan keuangan, mempercepat proses jual beli, sekaligus memperluas jangkauan pasar,” ujar Hanif.
Menurut Hanif, adapun anfaat QRIS untuk UMKM diantaranya, fisiensi transaksi, mempercepat proses pembayaran operasional sehari-hari. Mempermudah pencatatan arus kas secara otomatis dan akurat, serta membuka akses ke ekosistem konsumen digital yang lebih luas.
Selain mendorong digitalisasi transaksi, Politisi Fraksi PKB ini juga memberikan peringatan keras terkait maraknya layanan keuangan digital seperti Pinjaman Online (Pinjol) dan Paylater.
Hanif mengingatkan generasi muda agar tetap bijak dan tidak terjebak gaya hidup konsumtif akibat pengaruh media sosial. Ia menekankan pentingnya membedakan antara kebutuhan produktif usaha dan keinginan pribadi.
”Teknologi itu alat untuk produktivitas usaha. Jangan sampai tergoda konten media sosial yang membuat sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. Hal itulah yang kerap menjebak anak muda masuk ke lingkaran utang,” tegasnya.
Melalui sinergi edukasi antara BSBI dan DPR RI ini, para pelaku UMKM lokal di Pemalang diharapkan tidak hanya cakap dalam memanfaatkan teknologi pembayaran modern, tetapi juga memiliki manajemen risiko yang kuat demi pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. (Prapto)
