Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Advertorial

Kenduri Seni Melayu 2026 Resmi Dibuka, Amsakar Persembahkan Puisi “Uwak” yang Menggetarkan Hati Ribuan Hadirin

5
×

Kenduri Seni Melayu 2026 Resmi Dibuka, Amsakar Persembahkan Puisi “Uwak” yang Menggetarkan Hati Ribuan Hadirin

Share this article

Batam, publikatodays.com– Malam pembukaan Kenduri Seni Melayu (KSM) Kota Batam 2026 yang digelar di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Jumat (3/7/2026), berlangsung meriah, khidmat, dan sarat makna budaya. Ribuan masyarakat yang memadati lokasi dibuat terharu saat Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membacakan puisi berjudul “Uwak” sebagai bentuk penghormatan kepada sosok ayah dalam kehidupan keluarga Melayu.

 

Example 300x600

Dalam khazanah budaya Melayu, uwak berarti bapak. Melalui puisi tersebut, Amsakar mengangkat nilai-nilai kasih sayang, pengorbanan, tanggung jawab, serta keteladanan seorang ayah yang menjadi fondasi dalam membangun keluarga dan masyarakat.

 

Bait demi bait yang dilantunkan menghadirkan suasana haru di tengah hadirin. Puisi tersebut tidak hanya menjadi sajian seni, tetapi juga menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjunjung tinggi adab, budi pekerti, dan penghormatan kepada orang tua sebagai bagian dari jati diri masyarakat Melayu.

 

Pembukaan Kenduri Seni Melayu 2026 turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar, perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, serta delegasi seni dan budaya dari berbagai negara.

 

Tampak hadir Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan sekaligus Asisten Deputi Event Internasional Kementerian Pariwisata RI, Hafiz Agung Rifai, yang mewakili Menteri Pariwisata RI. Hadir pula Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu, Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, serta Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Raja Muhammad Amin.

 

Selain itu, acara juga dihadiri delegasi seni dan budaya dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand, serta perwakilan sejumlah provinsi di Indonesia seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Mengusung semangat penguatan pariwisata berbasis budaya, Kenduri Seni Melayu kembali menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, permainan rakyat, serta sajian kuliner khas Melayu yang melibatkan kolaborasi seniman lokal, nasional, hingga internasional.

 

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan rasa syukur karena Kenduri Seni Melayu telah memasuki penyelenggaraan ke-27 dan terus berlangsung tanpa pernah terputus sejak pertama kali digelar.

 

“Kenduri Seni Melayu sampai dengan tahun ke-27 ini terselenggara dengan baik dan belum pernah terputus. Ini menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

 

Menurutnya, Kenduri Seni Melayu bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan juga ruang strategis untuk membangun kolaborasi dan sinergi antar pelaku seni dari berbagai daerah dan negara.

 

“Dalam konteks kepariwisataan, kehadiran Kenduri Seni Melayu saya pandang sebagai ruang untuk membangun kolaborasi dan sinergi dengan para penggiat seni, baik dari tingkat internasional maupun lokal,” katanya.

 

Amsakar juga mengajak masyarakat untuk menjadikan seni sebagai bagian penting dalam membangun karakter bangsa.

 

“Dengan ilmu hidup akan jadi mudah, dengan iman hidup akan menjadi terarah, dengan seni hidup akan menjadi indah,” tuturnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

 

Pada kesempatan tersebut, ia turut menegaskan komitmennya untuk menghadirkan gedung budaya di Kota Batam sebagai ruang ekspresi dan pelestarian berbagai kesenian yang tumbuh di tengah masyarakat.

 

“Insyaallah di era kepemimpinan kami akan lahir gedung budaya untuk menegaskan kembali bahwa keberagaman yang ada di Batam berada di bawah payung budaya Melayu,” tegasnya.

 

Sementara itu, Hafiz Agung Rifai menyampaikan apresiasi dari Kementerian Pariwisata kepada Pemerintah Kota Batam dan seluruh komunitas seni budaya yang terus menjaga keberlangsungan Kenduri Seni Melayu.

 

“Atas nama Kementerian Pariwisata, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam, komunitas seni budaya, dan seluruh pihak yang terus berkolaborasi menyelenggarakan Kenduri Seni Melayu. Didukung kekayaan budaya Melayu sebagai akar identitas daerah, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Event by Indonesia dan pengembangan pariwisata regeneratif,” ujarnya.

 

Kebanggaan masyarakat Batam semakin lengkap setelah Kenduri Seni Melayu kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara 2026. Tahun 2026 menjadi tahun keempat secara berturut-turut KSM terpilih sebagai salah satu agenda wisata unggulan nasional yang dinilai mampu menggerakkan sektor pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Dengan konsistensi penyelenggaraan selama 27 tahun, Kenduri Seni Melayu kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Batam, tetapi juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ikon budaya Melayu terbesar di Indonesia yang mampu menarik perhatian wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *