Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
DaerahTrending

Terlanjur Kesal, Orang Tua Siswa SD Swasta di Tarogong Kidul Garut Ungkap Buku Rekening Yang Ditahan dan Bantuan Siswa Miskin Yang Sering Dipotong Oknum Guru

291
×

Terlanjur Kesal, Orang Tua Siswa SD Swasta di Tarogong Kidul Garut Ungkap Buku Rekening Yang Ditahan dan Bantuan Siswa Miskin Yang Sering Dipotong Oknum Guru

Share this article

 

Publika Todays.com|Garut-Sejumlah orang tua siswa di SD Asy-Syarfiyah yang berlokasi di Jalan Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut mengungkapkan rasa kekesalan nya, tentang dana bantuan siswa miskin atau Program Indonesia Pintar (PIP) yang sering disunat dan penahanan buku rekening oleh oknum guru ketika sudah proses pencairan.

 

Oknum guru yang di sebut sebut wali murid ini yakni berinisial HD dengan dugaan melakukan tindakan yang semena-mena. Dikabarkan beliau merupakan istri dari kepala sekolah, Sulaeman Aziz di SD ASY-SYARIFIYAH yang sekaligus bagian dari keluarga yayasan yang mengelola sekolah tersebut ketika di lakukan wawancara terhadap guru lain di lingkungan sekolah pada senin kemarin (06-07-2026).

 

 

 

Beberapa orang tua siswa mengaku bahwa setiap kali dana PIP dicairkan, oknum guru tersebut selalu memaksa agar dana pip bisa di setor kan dengan jumlah yang berpariatip, 50 ribu sampai 100 ribu, atau ancaman seperti tabungan yang akan jadi sasaran jika tidak memberikan kepada oknum guru tersebut.

“Seer didie mah nu te di pasihken ka murid di sarumputken pak, da sanes 1, 2 kali pak, da dari dulu oge cuma mereka takut klw laporan pak, padahal da wegah pa kango peralatan sakola ge bingung sapatu ge buku saragam moal cekap ku jaman ayena nu naraek”, ungkap orang tua yang enggan disebut namanya dalam bahasa sunda, sabtu (04-07-2026).

Selain kasus potongan dana PIP, terdapat juga dugaan bahwa oknum tersebut melakukan praktik penahanan buku rekening milik siswa secara paksa. Beberapa orang tua menyatakan bahwa mereka sering komplain tentang ini, namun tak ada gubrisan dari pihak manapun dan kehawatiran intimidasi terhadap anak anak mereka.

 

Kondisi ini membuat banyak orang tua siswa merasa dirugikan, Mereka berpendapat bahwa dana bantuan yang seharusnya digunakan untuk mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu untuk melanjut kan pendidikan ke jenjang SMP, justru disalahgunakan, dan praktik pungli yang dilakukan secara paksa oleh oknum guru HD yang semakin memberatkan beban ekonomi para orang tua.

 

Padahal untuk pembiayaan keperluan sekolah SD ASY-SYARIFIAH terdata di tahun 2025 dengan hitungan jumlah siswa yakni 318 siswa, SD ini telah mendapat kan dana BOS dari pemerintah pusat senilai Rp286.200.000 (Dua ratus delapan puluh enam juta dua ratus ribu rupiah) dalam pertahun nya, meski pencairan dilakukan perenam bulan yakni Rp143.100.000 ( Seratus empat puluh tiga juta seratus ribu rupiah)

 

Masyarakat berharap agar pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan pengawas di kecamatan Tarogong Kidul bersikap tegas dalam bekerja yang dapat melakukan pembinaan atau teguran terhadap oknum guru tersebut yang telah mencoreng nama pendidikan di Kabupaten Garut, terkait dugaan penyalahgunaan praktik pungli dan penahan buku rekening bantuan siswa miskin di SD Asy-Syarfiyah.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari oknum guru tersebut ketika di hubungi lewat Aplikasi Whas Ap, kepala sekolah SD Asy-Syarfiyah, Sulaemdn Aziz, yayasan pengelola sekolah, dan komite sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Garut belum di lakukan konfirmasi terkait dengan keluhan yang diajukan oleh para orang tua siswa SD ASY-SYARIFIYAH.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Batam, publikatodays.com— Peredaran rokok merek Lenox di sejumlah…