Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Advertorial

Amsakar Raih Pemimpin Daerah Award 2026, Subsidi Bunga 0 Persen Dorong UMKM Naik Kelas

15
×

Amsakar Raih Pemimpin Daerah Award 2026, Subsidi Bunga 0 Persen Dorong UMKM Naik Kelas

Share this article

Jakarta, publikatodays.com- Wali Kota Batam Amsakar Achmad kembali mendapat pengakuan atas kebijakan penguatan ekonomi masyarakat. Dalam ajang Pemimpin Daerah Award 2026, Amsakar meraih penghargaan kategori Pembangunan Ekonomi Daerah melalui program subsidi bunga 0 persen bagi pelaku usaha mikro.

Penghargaan tersebut diterima Amsakar dalam acara yang digelar di Jakarta Concert Hall (JCH), Gedung iNews Tower, MNC Centre, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Example 300x600

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, Muhammad Qodari.

Ajang tahunan yang digelar iNews Media Group ini menjadi ruang apresiasi bagi kepala daerah, pemimpin, pemangku kebijakan, pimpinan aparat penegak hukum, hingga institusi daerah yang dinilai mampu menghadirkan inovasi, kinerja, dan kebijakan yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Amsakar menjadi salah satu kepala daerah penerima penghargaan bersama sejumlah daerah lainnya, di antaranya Pemerintah Kota Surabaya, Kendal, Magelang, Kabupaten Gayo Lues, dan Aceh Barat Daya.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari sejumlah tokoh, antara lain Aries Marsudiyanto, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Kabinet Merah Putih; Prof. Dr. Drs. Trubus Rahardiansah, M.S., S.H., M.H., Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik Universitas Trisakti sekaligus Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia; serta Aiman Witjaksono, Pemimpin Redaksi iNews sekaligus COO PT iNews Digital Indonesia.

Subsidi Bunga 0 Persen

Penghargaan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Amsakar yang menempatkan penguatan ekonomi masyarakat sebagai salah satu prioritas pembangunan Kota Batam.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah subsidi bunga 0 persen yang masuk dalam 15 program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Program tersebut dirancang untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro dengan pembiayaan yang lebih ringan.

Melalui skema ini, pelaku usaha mikro dapat mengakses pinjaman hingga Rp20 juta tanpa agunan dan tanpa biaya administrasi.

Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Batam dengan sektor perbankan, di antaranya Bank BTN dan BRK Syariah.

Dalam skema tersebut, pemerintah memberikan dukungan melalui subsidi bunga, sementara perbankan menyediakan akses pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan modal usaha.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya membantu pelaku UMKM memperoleh modal, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, serta secara bertahap naik kelas.

Sasarannya menyentuh berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang kecil, pelaku usaha kuliner, hingga industri rumahan yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.

Dorong Ekonomi dari Bawah

Kebijakan subsidi bunga 0 persen menunjukkan pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada investasi dan industri berskala besar.

Pemerintah juga berupaya memperkuat pelaku usaha di tingkat masyarakat karena UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem ekonomi daerah.

Ketika usaha kecil tumbuh, perputaran ekonomi masyarakat ikut bergerak. Karena itu, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting agar pelaku usaha mampu bertahan, berkembang, dan meningkatkan skala bisnisnya.

Bagi Pemerintah Kota Batam, program subsidi bunga 0 persen bukan sekadar kebijakan pembiayaan, tetapi bagian dari upaya menciptakan ekosistem ekonomi yang memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk berkembang.

 

Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026 menjadi pengakuan terhadap arah kebijakan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Batam untuk terus menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Dengan pendekatan itu, Batam tidak hanya diarahkan sebagai kota investasi dan industri, tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi masyarakat untuk berusaha, mengembangkan usaha, dan ikut menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *