PEMALANG , Publikatodays.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang melakukan monitoring sekaligus takziah ke rumah duka Muhamad Hasbi Al Aqib, siswa kelas 2 SDN 01 Kebondalem yang meninggal dunia dan sebelumnya diduga mengalami perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung di rumah duka di Gang Parkit 3, RT 01/RW 11, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang, Kamis (1/10/2026). Kegiatan dihadiri Plt Bupati Pemalang Nurkholes, S.H., M.Si., bersama sejumlah unsur Forkopimda dan jajaran terkait. Berdasarkan laporan monitoring, sekitar 50 orang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam kunjungan itu, Plt Bupati Pemalang bersama rombongan terlebih dahulu mendatangi SDN 01 Kebondalem yang disebut sebagai lokasi terjadinya dugaan perundungan. Selanjutnya, rombongan menuju rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan santunan sosial kematian dari Pemerintah Kabupaten Pemalang sebesar Rp3 juta.
Korban, Muhamad Hasbi Al Aqib, merupakan anak dari Nurwandi dan Diah. Ia tercatat sebagai siswa kelas 2 SDN 01 Kebondalem dan berdomisili di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang.
Berdasarkan informasi dalam laporan monitoring, dugaan perundungan tersebut terjadi pada 11 September 2026. Peristiwa itu diduga melibatkan dua siswa kelas 5 di sekolah yang sama. Dugaan awal menyebut peristiwa bermula ketika korban tidak memberikan uang kepada siswa lain, yang kemudian berujung pada dugaan tindakan kekerasan.
Pihak sekolah sebelumnya disebut telah melakukan upaya penyelesaian dengan menghadirkan orang tua dari masing-masing siswa terkait.
Beberapa waktu kemudian, korban dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa sakit, mual dan muntah hingga mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia pada 1 Oktober 2026.
Namun, kaitan antara dugaan perundungan dengan penyebab meninggalnya korban masih harus dibuktikan melalui proses medis dan penyelidikan kepolisian. Jenazah korban masih berada di RSUD dr. M. Ashari untuk kepentingan autopsi.
Kasus dugaan perundungan tersebut saat ini dalam penanganan pihak kepolisian. Autopsi dilakukan untuk membantu mengetahui penyebab kematian dan kondisi medis korban. Dalam kasus dugaan perundungan sebelumnya di Pemalang, kepolisian juga menggunakan autopsi serta pemeriksaan saksi untuk mendalami hubungan antara dugaan kekerasan dan kematian korban.
Kehadiran pemerintah daerah dalam takziah tersebut menjadi bagian dari monitoring dan koordinasi bersama pihak terkait menyusul meninggalnya seorang siswa yang diduga mengalami perundungan.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga diharapkan terus melakukan langkah pencegahan serta pengawasan di lingkungan pendidikan agar kasus kekerasan terhadap anak dapat diminimalkan dan tidak kembali terjadi.














