Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

Dosen UMRAH Dampingi Kelompok Usaha Bawang Goreng Bundo Teluk Sebong Tingkatkan Nilai Jual Lewat Kemasan Baru

45
×

Dosen UMRAH Dampingi Kelompok Usaha Bawang Goreng Bundo Teluk Sebong Tingkatkan Nilai Jual Lewat Kemasan Baru

Share this article

Bintan, Publika todays.com- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan kegiatan pembinaan UMKM melalui pengembangan packaging produk sebagai upaya peningkatan nilai jual bawang goreng

pada Minggu (4/10/2026)
di Kelompok Usaha Bawang Goreng Bundo, Desa Teluk Sebong. Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.

Kegiatan ini diikuti oleh para anggota kelompok usaha rumah tangga yang selama ini memproduksi bawang goreng sebagai produk unggulan mereka.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen UMRAH yang diketuai Teddy Haryadi, S.E., M.Ak., dengan anggota Ronia Tambunan, M.Ak., dan Firman Apriansyah, S.Si., M.T. Tim juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen.

Bawang goreng produksi Kelompok Usaha Bundo sudah dikenal memiliki rasa yang baik di lingkungan sekitar. Namun selama ini produk tersebut masih dikemas dalam plastik polos tanpa label dan merek, sehingga kurang menarik dan sulit bersaing sebagai oleh-oleh di kawasan wisata Teluk Sebong.

“Rasa bawang goreng Bundo sebenarnya sudah bersaing. Yang kurang adalah tampilannya. Kemasan bukan sekadar pembungkus, tetapi alat pemasaran yang menentukan apakah wisatawan tertarik membeli dan berani membayar dengan harga lebih baik,” ujar Teddy Haryadi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan tentang fungsi kemasan dalam pemasaran, jenis kemasan yang sesuai untuk bawang goreng, serta prinsip dasar desain seperti pemilihan warna, huruf, dan visual. Peserta juga diajak memahami pentingnya identitas produk dan informasi pada label, seperti komposisi dan tanggal kedaluwarsa.
Tim PKM juga memperagakan teknik pengemasan yang rapi, higienis, dan tahan lama, lalu peserta langsung mempraktikkannya. Hasilnya, bawang goreng Bundo kini tampil dengan kemasan yang lebih kekinian dan menarik, sehingga lebih layak dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Teluk Sebong bagi wisatawan.
Ketua Kelompok Usaha Bawang Goreng Bundo menyambut baik pendampingan ini.

“Selama ini kami hanya memakai plastik biasa. Sekarang kemasannya jauh lebih bagus dan kekinian, jadi kami lebih percaya diri menawarkan bawang goreng kami kepada wisatawan maupun toko oleh-oleh,” tuturnya.
Usai kegiatan ini, tim PKM UMRAH akan melanjutkan pendampingan pemasaran dan evaluasi. Evaluasi akan mengukur peningkatan nilai jual dan volume penjualan setelah produk menggunakan kemasan baru.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan yang didanai melalui Pendanaan Internal UMRAH Tahun 2026. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *