Pemalang, Publikatodays.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama jajaran Polres Pemalang bergerak cepat merespons aksi unjuk rasa ratusan warga dan wali murid di SDN 01 Kebondalem, Kecamatan Pemalang, Senin (5/10/2026).
Aksi solidaritas yang diikuti sekitar 700 orang tersebut digelar sebagai bentuk protes dan tuntutan keadilan atas dugaan kasus perundungan (bullying) yang menyebabkan meninggalnya seorang siswa, almarhum Muhamad Hasbi Al Aqib.
Kehadiran langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang Nurkholes, Sekretaris Daerah H. Bagus Sutopo, Kabagops Polres Pemalang Kompol Amin Mezy, Kapolsek Pemalang AKP Agus Soleh, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Ismun di lokasi unjuk rasa menjadi bukti nyata komitmen dan respons cepat aparat serta pemerintah daerah dalam menyikapi keresahan masyarakat.
Melalui forum audiensi yang digelar di sela-sela aksi, Pemkab dan Polres Pemalang memaparkan langkah-langkah konkret yang langsung diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara transparan.
Kapolres Pemalang Rendy Setia Permana melalui
Kabagops Polres Pemalang, Kompol Amin Mezy, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan intensif terhadap kepala sekolah serta pihak-pihak terkait di Mapolres Pemalang.
Ia memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan, termasuk penanganan khusus bagi anak di bawah umur sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
”Kami tegaskan bahwa penanganan hukum ini dilakukan secara profesional dan transparan. Terkait dugaan pelaku, kami luruskan bahwa tidak ada anak pejabat, polisi, maupun TNI yang terlibat,” ujar Amin Mezi di hadapan warga.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga mentalitas anak-anak, bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar.
Di sisi lain, Plt. Bupati Pemalang Nurkholis menyatakan keprihatinan mendalam dan memastikan bahwa kasus ini menjadi atensi serius pemerintah daerah.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Pemkab Pemalang akan segera merealisasikan sejumlah kebijakan strategis, di antaranya membentuk Satgas Anti-Perundungan di setiap sekolah, memasang kamera pengawas (CCTV) yang aktif di lingkungan sekolah, serta menyediakan kanal pengaduan daring (online).
”Pemerintah tidak diam dan tidak pernah tidak peduli. Aspirasi dan tuntutan bapak-ibu sekalian kami tampung, dan kami pastikan proses hukum berjalan dengan menghargai asas praduga tak bersalah,” tegas Nurkholes.
Selain itu, Pemkab Pemalang juga telah menyerahkan santunan dan tali asih kepada keluarga korban.
Langkah cepat turut diambil oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang.
Plt. Kepala Dindikbud, Ismun, S.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim psikolog untuk memulihkan mental para guru dan murid pascainsiden tersebut.
Guna mendukung kelancaran proses pemeriksaan, pihak dinas juga berencana menarik kepala sekolah sementara waktu sambil menunggu perkembangan penegakan hukum dari pihak kepolisian.
Berkat gerak cepat, keterbukaan, dan ruang dialog yang dibuka oleh Pemkab bersama Polres Pemalang, aksi unjuk rasa yang dikawal ketat oleh unsur pengamanan TNI-Polri tersebut akhirnya dapat berjalan kondusif.
Massa membubarkan diri dengan tertib pada pukul 12.00 WIB usai mendapatkan kepastian penanganan dari pemerintah dan aparat penegak hukum.(*)














