Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahHukum

Aliansi Pemalang Lestari: Limbah Usaha Pengolahan Usus di Desa Serang Ancam Kesehatan Warga

34
×

Aliansi Pemalang Lestari: Limbah Usaha Pengolahan Usus di Desa Serang Ancam Kesehatan Warga

Share this article

Pemalang, Publikatodays.com — Polemik dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas mikro pengolahan di Desa Serang, Kecamatan Usus Petarukan, Kabupaten Pemalang, berakhir pada mediasi. Aliansi Pemalang Lestari mendesak penanganan serius agar dampak kesehatan dan kerusakan ekosistem udara tidak semakin meluas di tengah masyarakat.

​Isu ini mencuat setelah video berdurasi dua menit viral di platform TikTok melalui akun @Slametali_mco.Pemalang dengan narasi keresahan warga terhadap aktivitas pabrik. Guna menyebarkan informasi yang berkembang, pemilik usaha bersama warga mengadakan pertemuan klarifikasi di lokasi bangunan pada Minggu malam (4/10/2026).

​Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Muspika, Danramil 03/Petarukan serta Babinsa, tiga perwakilan Pemerintah Desa Serang, tokoh masyarakat, pengurus Karang Taruna, serta pemilik usaha.

​Dalam forum tersebut, pemilik usaha, Slamet, menyebarkan bahwa kegiatan yang dikeluhankan warga bukanlah pabrik skala besar, melainkan usaha mikro perorangan dengan nama UD Barokah.

Ia mengakui adanya kekurangan pada sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta aroma kurang sedap yang dikeluhkan warga sekitar.

​”Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika usaha ini mengganggu kenyamanan warga. Untuk sementara, saya tidak akan menggunakan jaringan IPAL sebelum perbaikannya selesai dengan baik,” ujar Slamet.

​Danramil 03/Petarukan dalam Arahnya meminta agar permasalahan diselesaikan secara menguntungkan dengan mengutamakan kelestarian lingkungan serta perbaikan saluran sanitasi secara menyeluruh.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Pemdes Serang, Wagiyo, menekankan pentingnya perlindungan jaringan air irigasi petani.

​”Jangan sampai saluran tersier terkena kebocoran limbah, karena ini saluran yang dimanfaatkan para petani. Kami berharap solusi konkret segera diterapkan,” tegas Wagiyo.***

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *