Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaNasional

Dua Arena, Satu Posisi Strategis: Seberapa Besar Sebenarnya Power Sufmi Dasco Ahmad?

51
×

Dua Arena, Satu Posisi Strategis: Seberapa Besar Sebenarnya Power Sufmi Dasco Ahmad?

Share this article

Jakarta, publikatodays.com- Posisi politik Sufmi Dasco Ahmad menjadi perhatian seiring dengan perannya yang berada di dua arena sekaligus, yakni parlemen dan partai politik. Kombinasi jabatan tersebut menempatkan Dasco pada posisi strategis dalam dinamika politik nasional.

Dasco diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029. Di lingkungan parlemen, ia juga menjalankan peran sebagai Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) yang berkaitan dengan koordinasi agenda politik dan keamanan di DPR.
Di sisi lain, Dasco juga memegang posisi penting di internal Partai Gerindra sebagai Ketua Harian DPP Gerindra. Jabatan tersebut membuat ruang geraknya tidak hanya berada di dalam institusi parlemen, tetapi juga dalam konsolidasi dan pengelolaan mesin politik partai.
Kombinasi dua posisi itu kemudian memunculkan pertanyaan: seberapa besar sebenarnya pengaruh Dasco dalam percaturan politik nasional?
Berada di Persimpangan Parlemen dan Partai
Sebagai pimpinan DPR, Dasco memiliki posisi dalam struktur kepemimpinan lembaga legislatif. Ia terlibat dalam berbagai agenda pembahasan kebijakan strategis serta koordinasi politik di lingkungan parlemen.

Sementara sebagai Ketua Harian DPP Gerindra, Dasco memiliki peran dalam menggerakkan konsolidasi kader dan menjalankan agenda organisasi partai.
Dua ruang tersebut memiliki karakter berbeda. Parlemen merupakan institusi negara dengan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, sedangkan partai politik merupakan kendaraan politik yang menjalankan fungsi kaderisasi, konsolidasi serta strategi elektoral.
Karena itu, posisi Dasco di kedua arena tersebut memberikan akses dan jaringan yang relatif luas.

Aktif dalam Agenda Strategis
Dalam sejumlah agenda politik dan pemerintahan, Dasco juga disebut terlibat dalam koordinasi antara DPR, pemerintah maupun lembaga terkait.
Beberapa isu yang menjadi bagian dari agenda koordinasi tersebut antara lain kebijakan fiskal dan moneter, kondisi pasar modal hingga penanganan bencana.
Namun, penting untuk membedakan antara peran koordinasi dan kewenangan mengambil keputusan.

Keterlibatan seorang pimpinan DPR dalam koordinasi tidak otomatis berarti memiliki kewenangan tunggal untuk menentukan keputusan pemerintah ataupun lembaga lainnya.

Dengan kata lain, pengaruh politik tidak selalu identik dengan kewenangan formal.
Power Tidak Hanya Berasal dari Satu Jabatan
Besarnya pengaruh seorang politisi tidak semata-mata dapat diukur dari satu jabatan yang dimilikinya.

Dalam kasus Dasco, kekuatan politiknya justru berada pada kombinasi beberapa posisi sekaligus: pimpinan DPR, Ketua Harian Gerindra dan Koordinator Korpolkam.
Kombinasi tersebut memberikan akses ke berbagai ruang politik, mulai dari parlemen, internal partai hingga koordinasi dengan pemerintah dan lembaga negara.
Di internal Gerindra, perannya juga berkaitan dengan konsolidasi kader serta persiapan strategi politik menuju Pemilu 2029.
Karena itu, pembacaan terhadap posisi Dasco tidak cukup hanya melihat kursi yang didudukinya di DPR. Jaringan politik, struktur partai dan intensitas keterlibatan dalam agenda strategis juga menjadi bagian penting dalam melihat sejauh mana pengaruhnya.

Bukan Kekuasaan Absolut
Meski memiliki sejumlah posisi strategis, Dasco tetap tidak dapat dipandang sebagai pemegang kekuasaan tunggal atas berbagai keputusan politik dan pemerintahan.
Setiap lembaga memiliki kewenangan, mekanisme dan batas konstitusional masing-masing.
Justru di titik inilah posisi Dasco menarik untuk diperhatikan. Ia berada pada persimpangan antara kepentingan parlemen dan kepentingan partai, dua arena yang sama-sama memiliki peran penting dalam menentukan arah politik nasional.

Dengan demikian, istilah “power Dasco” lebih tepat dipahami sebagai akumulasi pengaruh dari beberapa posisi strategis, bukan sebagai kekuasaan absolut.
Pada akhirnya, seberapa besar pengaruh tersebut akan terlihat dari bagaimana posisi-posisi itu digunakan dalam menjalankan fungsi parlemen, mengelola partai, mengawal agenda politik serta membangun koordinasi dengan pemerintah dan lembaga negara lainnya.

Dua arena, beberapa posisi strategis, itulah yang membuat nama Sufmi Dasco Ahmad tetap menjadi salah satu figur yang patut diperhatikan dalam peta politik nasional menuju 2029.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *