Jakarta, publikatodays.com— Nama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani disebut-sebut masuk dalam bursa calon Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) untuk menggantikan Febrie Adriansyah. Kabar tersebut memunculkan perhatian terhadap rekam jejak Reda, perjalanan kariernya di Kejaksaan, hingga isu hubungan keluarganya dengan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Informasi mengenai menguatnya nama Reda mencuat di tengah belum adanya pengumuman resmi dari Kejaksaan Agung mengenai penunjukan pejabat definitif untuk posisi Jampidsus.
Berdasarkan pemberitaan Mediusnews yang terbit pada 12 Juli 2026, posisi Jampidsus sementara dijalankan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Rudi Margono, yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt).
Sumber internal Kejaksaan, sebagaimana dikutip dalam pemberitaan tersebut, menyebut Reda telah masuk radar pimpinan sejak beberapa waktu lalu. Penunjukannya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta pada akhir 2022 disebut sebagai bagian dari proses kaderisasi untuk menempati posisi strategis di lingkungan Kejaksaan Agung.
Rekam Jejak Karier Reda Manthovani
Reda Manthovani merupakan jaksa karier yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan Kejaksaan. Sebelum menjabat Kajati DKI Jakarta, ia dipercaya memimpin Kejaksaan Tinggi Banten.
Pada Oktober 2023, Reda kemudian dipromosikan menjadi Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) di Kejaksaan Agung. Jabatan tersebut memiliki peran strategis dalam fungsi intelijen penegakan hukum, termasuk dukungan informasi dan pengamanan kepentingan penegakan hukum.
Pengalaman di sejumlah posisi strategis itu dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat namanya diperhitungkan dalam bursa pergantian Jampidsus. Namun, peluang tersebut masih sebatas informasi yang beredar dan belum dapat dipastikan sebagai keputusan resmi pimpinan Kejaksaan Agung.
Isu Hubungan Keluarga dengan Sufmi Dasco
Selain rekam jejak karier, nama Reda juga dikaitkan dengan Sufmi Dasco Ahmad. Dalam pemberitaan Mediusnews, Reda disebut memiliki hubungan keluarga sebagai adik ipar Dasco.
Keterkaitan tersebut kemudian menjadi perhatian karena posisi Jampidsus merupakan salah satu jabatan strategis dalam penanganan perkara tindak pidana khusus, termasuk perkara korupsi yang berdampak luas terhadap kepentingan publik.
Meski demikian, hubungan keluarga yang disebut dalam pemberitaan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya intervensi politik ataupun pengaruh terhadap proses penunjukan pejabat. Penilaian mengenai kelayakan seorang pejabat tetap perlu didasarkan pada rekam jejak, kompetensi, integritas, serta mekanisme pengangkatan yang berlaku.
Hingga informasi dalam pemberitaan tersebut dipublikasikan, belum ada pengumuman resmi dari Kejaksaan Agung yang memastikan siapa sosok yang akan menduduki jabatan Jampidsus secara definitif.
Publik kini menunggu kepastian mengenai proses pergantian tersebut, termasuk bagaimana Kejaksaan Agung memastikan penempatan pejabat strategis dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari konflik kepentingan.














