Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

Siapa di Balik Operasional Penggilingan Batu Rexvin Boulevard? Mesin Mati, Pemotongan Bukit Disebut Tetap Berjalan, Laporan ke Polda Kepri Belum Ada Perkembangan

37
×

Siapa di Balik Operasional Penggilingan Batu Rexvin Boulevard? Mesin Mati, Pemotongan Bukit Disebut Tetap Berjalan, Laporan ke Polda Kepri Belum Ada Perkembangan

Share this article

BATAM, publikatodays.com — Aktivitas penggilingan batu dan pemotongan bukit di kawasan Perumahan Rexvin Boulevard, Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, kembali menjadi sorotan. Persoalan tersebut sebelumnya telah dikeluhkan masyarakat karena aktivitas di lokasi disebut menimbulkan debu dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Persoalan ini bahkan sebelumnya telah dilaporkan warga kepada Polda Kepri. Namun, berdasarkan konfirmasi awak media kepada pihak yang melaporkan, hingga saat ini disebut belum terdapat perkembangan yang dapat disampaikan terkait laporan tersebut.

Di sisi lain, Ditpam BP Batam juga disebut telah turun ke lokasi untuk menindaklanjuti persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebelumnya, masyarakat dan pihak pemilik atau pengelola lokasi juga disebut telah melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, terdapat kesepakatan agar aktivitas penggilingan batu dihentikan.

Namun, kondisi di lapangan kembali menjadi perhatian.

Saat awak media melakukan pengecekan langsung pada Sabtu, 26 September 2026, mesin penggilingan batu terlihat tidak beroperasi. Meski demikian, aktivitas pemotongan atau pembukaan bukit di sekitar lokasi disebut masih berlangsung.

Seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi mengatakan aktivitas pekerjaan masih berjalan, meskipun mesin penggilingan sedang tidak menyala.

“Masih berjalan kok, cuma mesinnya mati. Mungkin rusak,” ujar warga tersebut.

Kondisi tersebut menimbulkan sorotan baru. Sebab, meskipun mesin penggilingan tidak sedang beroperasi ketika dilakukan pengecekan, aktivitas pemotongan bukit disebut masih berjalan.

Publik pun meminta agar persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari beroperasi atau tidaknya mesin penggilingan. Status kegiatan pemotongan bukit, legalitas lokasi, pihak pengelola, serta izin yang menjadi dasar kegiatan perlu diperiksa secara menyeluruh.

Masyarakat juga meminta Ditpam BP Batam kembali turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan, termasuk memastikan status dan perizinan kegiatan pemotongan bukit serta pengelolaan material hasil kegiatan tersebut.

Terlebih, laporan kepada Polda Kepri sebelumnya disebut belum menunjukkan perkembangan berdasarkan keterangan pihak pelapor saat dikonfirmasi awak media.

Publik tentu membutuhkan kejelasan mengenai tindak lanjut dari setiap laporan maupun hasil pengecekan lapangan yang telah dilakukan oleh instansi terkait.

Jika kegiatan tersebut telah memenuhi seluruh ketentuan, pihak pemilik atau pengelola memiliki ruang untuk menunjukkan legalitas dan memberikan klarifikasi secara terbuka.

Namun apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian, masyarakat berharap instansi yang berwenang mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Sorotan kini bukan semata-mata mengenai mesin penggilingan yang terlihat mati pada saat awak media berada di lokasi. Aktivitas pemotongan bukit yang disebut masih berjalan juga perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan.

Pihak pemilik atau pengelola lokasi tetap memiliki ruang hak jawab dan klarifikasi mengenai siapa pengelola kegiatan, status perizinan, dasar pemotongan bukit, serta aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *