Batam, publikatodays.com– Berada di jalur strategis perdagangan internasional, Batam semakin mengukuhkan diri sebagai pusat investasi dengan daya saing tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang terus menguat menunjukkan transformasi Batam menjadi pusat industri, logistik, dan pariwisata yang memberi kontribusi signifikan bagi Indonesia.
Percepatan ini tidak lepas dari peran kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra di BP Batam. Keduanya menjadi motor penggerak reformasi layanan dan pembangunan infrastruktur yang kini menjadikan Batam salah satu kawasan paling kompetitif di Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Amsakar dan Li Claudia, berbagai program strategis dijalankan untuk memastikan Batam tumbuh sebagai kawasan modern dan ramah investasi. Implementasi PP 25/2025 dan PP 28/2025 semakin mempertegas kepastian hukum pembangunan, sementara inovasi layanan seperti Dashboard Invest in Batam, iBOSS, dan Land Management System (LMS) memberikan kemudahan serta transparansi bagi investor.
Kiprah Amsakar Achmad dikenal visioner dan fokus pada hasil. Efisiensi perizinan meningkat sangat signifikan: PKKPRL yang sebelumnya selesai dalam dua tahun kini hanya 14 hari, sementara Amdal dipangkas menjadi 39 hari dengan pengawasan real time. Kecepatan dan kepastian yang dihadirkan menjadi daya tarik utama bagi investor dalam dan luar negeri.
Li Claudia Chandra turut memperkuat transformasi digital dan keterbukaan informasi lahan melalui LMS yang dapat diakses secara visual. Terobosan ini menjadi tonggak penting yang membangun kepercayaan investor serta mencerminkan modernisasi tata kelola BP Batam.
Selain reformasi layanan, pengembangan infrastruktur menjadi pilar utama. Bandara Internasional Hang Nadim tengah direvitalisasi dengan pembangunan Terminal Internasional 2 serta fasilitas VVIP melalui kolaborasi BP Batam, AP I, Incheon Airport, dan WIKA. Sementara itu, Pelabuhan Batu Ampar menunjukkan peningkatan produktivitas signifikan berkat lima unit Ship to Shore Crane (STS) baru yang menaikkan performa bongkar muat hingga 18 persen dan mengurangi waktu tunggu 50 persen. Enam crane otomatis dijadwalkan memperkuat kapasitas pelabuhan tahun depan.
Menurut Amsakar, kemajuan layanan dan infrastruktur tersebut membuat iklim investasi semakin kondusif. Dampaknya dirasakan masyarakat: lapangan kerja bertambah, sektor jasa berkembang, dan pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,66 persen hingga triwulan III, dengan proyeksi menembus 7 persen di akhir tahun.
“Perizinan semakin cepat, pelayanan semakin pasti, dan regulasi negara mendukung kemudahan berusaha. Batam adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi,” ujar Amsakar.
Dengan sinergi kuat antara kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, transformasi digital yang agresif, serta modernisasi infrastruktur yang terukur, Batam semakin siap tampil sebagai kawasan investasi global yang kompetitif, terpercaya, dan berkelanjutan.















