Kalimantan Timur, Berau Publikatodays. – Berau sedang menghadapi tanda tanya besar yang menusuk logika dan rasa keadilan seluruh masyarakat.
PT Indo Pusaka Berau (IPB), BUMD yang seharusnya menjadi tulang punggung pendapatan daerah, justru berbalik arah merugi terus menerus. Data laporan keuangan audited tak bisa dibantah: pada tahun 2022 masih mencetak laba bersih Rp12,97 miliar dengan ekuitas Rp222,23 miliar. Namun sejak 2023, kerugian datang bertubi-tubi: Rp25,26 miliar pada 2023, Rp44,07 miliar pada 2024, dan melonjak ke Rp64,55 miliar pada 2025. Akumulasi kerugian dalam tiga tahun saja sudah menembus angka Rp133,88 miliar! Tak satu pun rupiah dividen masuk ke kas daerah untuk kepentingan rakyat.
Di saat yang sama, muncul fakta yang sangat mencurigakan: harta kekayaan Direktur Utama IPB, Aan Wibowo, S.H., M.H. justru bertambah. Dari yang semula tercatat sekitar Rp3,6 miliar, naik menjadi Rp4,1 miliar—bertambah sekitar Rp744 juta hanya dalam bentuk kas dan setara kas.
Yang lebih memilukan, data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk jabatan ini tidak dipublikasikan secara terbuka! Alasannya hanya karena status IPB adalah BUMD non-struktural, sehingga kewajiban pelaporannya diserahkan sepenuhnya pada regulasi internal kepala daerah. Ini adalah celah yang sengaja dibiarkan terbuka, di saat rakyat berhak tahu setiap gerak kekayaan pihak yang memegang amanah mengelola uang daerah!
Ketua GM FKPPI Kaltim, Bastian, menegaskan dengan tegas: hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Seluruh elemen masyarakat menunggu langkah nyata, baik dari lembaga legislatif maupun eksekutif. Jika terbukti ada penyimpangan, kelalaian, apalagi indikasi korupsi dalam pengelolaan Perusda ini, pelakunya harus dipertanggungjawabkan seberat-beratnya.
Bastian juga mendesak DPRD Kabupaten Berau segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri kasus ini sampai ke akar-akarnya. Hasil penyelidikan harus disampaikan secara terbuka, transparan, dan akuntabel kepada seluruh masyarakat Berau. Jangan sampai ada yang saling tutup mata, jangan ada yang main mata, karena yang dirugikan dari kerugian ratusan miliar ini adalah kita semua—rakyat Berau!
Pemerintah daerah, pejabat berwenang, dan wakil rakyat: ini adalah ujian kepercayaan. Jangan biarkan amanah rakyat digadaikan demi keuntungan pribadi. Masyarakat sudah melihat, masyarakat sudah tahu, dan masyarakat tidak akan diam saja.
—” Rudi”S















