Pematangan Lahan di Taman Raya Batam Center Membahayakan, Material Tanah Buat Pengendara Terjatuh

Batam, publicatodays.com— Aktivitas sensitivitas lahan di kawasan Taman Raya, Batam Center, tepatnya di ruas jalan dari Cikitsu menuju Botania 1, menuai keluhan serius dari warga dan pengguna jalan. Material tanah merah hasil akuntansi lahan dilaporkan meluber ke badan jalan, terutama saat hujan, sehingga membuat permukaan jalan licin dan membahayakan keselamatan.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah pengendara dilaporkan terjatuh, khususnya pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi. Warga menilai aktivitas pemeliharaan lahan dilakukan tanpa pengamanan teknis yang memadai, sehingga berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.
Menurut keterangan warga, tanah yang masuk ke badan jalan berasal dari kegiatan pendingin lahan yang disebut-sebut akan digunakan untuk pembangunan ruko. Namun hingga saat ini, warga mengaku tidak melihat adanya papan proyek maupun informasi perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan izin lingkungan sebagaimana diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.
“Sudah ada pengendara yang jatuh karena jalan licin tertutup tanah merah. Ini sangat berbahaya, apalagi saat hujan atau malam hari,” ujar salah satu warga. Kamis 1/1/2026

Warga meminta dinas terkait, baik Dinas Bina Marga, Dinas Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, maupun aparat pengawasan daerah, untuk segera turun ke lokasi melakukan pengecekan serta mengambil tindakan tegas. Mereka menilai pembiaran kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan berulang dan dapat menimbulkan korban lebih banyak.

Sesuai ketentuan, setiap kegiatan mendokumentasikan lahan dan rencana pembangunan gedung gedung wajib memiliki izin lengkap, termasuk persetujuan lingkungan dan PBG. Aktivitas yang menimbulkan dampak langsung terhadap jalan umum dan lingkungan sekitar dapat dikenakan sanksi administratif hingga izin kegiatan.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban berikutnya untuk mengambil tindakan. Aktivitas mengirimkan lahan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan dinilai sebagai bentuk kelalaian yang serius dan harus segera ditangani demi menjaga keselamatan serta meminta umum.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menelusuri pihak penanggung jawab kegiatan tersebut dan mengonfirmasi perizinan kepada instansi terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *