Pemalang, Publikatodays.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang mulai merealisasikan komitmennya dalam menangani krisis sampah di wilayah pemukiman. Sore ini, Sabtu (21/2/2026), satu unit alat berat jenis PC 55 resmi diterjunkan ke lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Mengori untuk mengurai gunungan sampah yang selama ini dikeluhkan warga.
Kehadiran alat berat ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat. Berdasarkan pantauan di lapangan, proses mobilisasi armada berjalan lancar. Meski alat sudah berada di titik lokasi, aktivitas sore ini masih difokuskan pada persiapan teknis.
Restu, personil dari Dinas PU Pemalang yang bertugas mengawal armada tersebut, menjelaskan bahwa tahap awal adalah pengkondisian medan agar proses pengangkutan lebih efektif.
”Alat berat baru saja diturunkan. Saat ini tim sedang melakukan penataan lahan sebagai persiapan teknis sebelum tumpukan sampah di TPS Desa Mengori ini dievakuasi,” ujar Restu saat ditemui di lokasi, Sabtu sore.
i
Restu menambahkan bahwa pengangkutan sampah secara besar-besaran dijadwalkan berlangsung pada Minggu (22/2). Malam ini, tim gabungan lintas instansi akan melakukan koordinasi final untuk menentukan jumlah armada angkut yang dibutuhkan.
”Untuk eksekusi pengambilan sampah akan dilakukan besok. Malam ini kami rapat tim dulu untuk menentukan berapa armada yang akan dikerahkan. Ini adalah kolaborasi antar-instansi; alat berat dari Dinas Pertanian yang dikelola DLH, sementara kami dari Dinas PU mendukung di bagian pengangkutan (towing),” jelasnya.
Target bersih dan nyaman, langkah taktis yang diambil DLH Pemalang ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk menekan volume sampah di Desa Mengori.
Dengan pemindahan sampah menuju TPST Surajaya, warga berharap dampak lingkungan—terutama bau menyengat yang mengganggu aktivitas harian—bisa segera tuntas. Realisasi janji ini membuktikan bahwa pemerintah daerah mulai responsif terhadap urgensi kesehatan lingkungan di tingkat desa. (Alwi Assagaf).
