PT Dani Tasha Lestari Bantah Tuduhan Intimidasi, Tegaskan Tidak Ada Hubungan Kerja dengan Ferry Kusuma

Batam, publikatodays.com – PT Dani Tasha Lestari (DTL) melalui pernyataan resmi menyampaikan hak jawab atas  pemberitaan https://publikatodays.com/2026/03/26/diduga-jadi-korban-tekanan-influencer-feri-kusuma-minta-perlindungan-grib-jaya-kepri/

Dalam dokumen yang ditandatangani oleh Humas PT DTL, Emerson Tarihoran, pihak perusahaan membantah sejumlah poin yang dinilai tidak sesuai fakta. Salah satunya terkait dugaan hubungan kerja antara Ferry Kusuma dengan Direktur PT DTL, Rury Afriansyah.

“Tidak ada hubungan kerja secara formal antara Ferry Kusuma dengan PT Dani Tasha Lestari maupun dengan Rury Afriansyah,” demikian isi pernyataan tersebut.

PT DTL juga menegaskan bahwa Rury Afriansyah tidak pernah memberikan arahan, perintah, maupun permintaan kepada Ferry Kusuma untuk mempublikasikan atau tidak mempublikasikan konten tertentu.

Lebih lanjut, perusahaan menyebut bahwa seluruh tindakan Ferry Kusuma merupakan kehendak pribadi, tanpa adanya tekanan, paksaan, ataupun intimidasi dari pihak manapun, khususnya dari Rury Afriansyah.

Dalam klarifikasinya, PT DTL mengakui bahwa sempat ada perjanjian dalam bentuk materi antara Rury Afriansyah dan Ferry Kusuma terkait upaya memperjuangkan ganti rugi dalam kasus perobohan Hotel Purajaya. Namun, perjanjian tersebut telah dibatalkan karena tidak berjalan sesuai rencana.

“Dalam perjanjian tersebut tidak terdapat tekanan atau intimidasi, apalagi ancaman terhadap keamanan pribadi,” tegas pihak perusahaan.

PT DTL juga menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak berimbang karena tidak melakukan konfirmasi kepada pihak yang dituduh. Mereka menilai hal tersebut bertentangan dengan prinsip jurnalistik, khususnya asas cover both side sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Selain itu, perusahaan membantah keras adanya kepemilikan senjata oleh Direktur PT DTL sebagaimana sempat disebut dalam pemberitaan awal. Pihaknya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum serius.

“Kami meminta klarifikasi atas informasi yang menyebut adanya senjata, karena hal tersebut tidak sesuai fakta,” tulis pernyataan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *