Batam,publikatodays.com– Beredarnya foto yang memperlihatkan salah satu anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau duduk bersama dengan peserta seleksi menuai sorotan publik. Pertemuan tersebut dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap independensi dan netralitas proses seleksi yang saat ini sedang berlangsung.
Dalam foto yang beredar, terlihat Dr. Sumardin ,Dr Sudianto yang diketahui sebagai anggota Panitia Seleksi BAZNAS Kepri berada dalam satu meja bersama Dr. Suyatni yang merupakan salah satu peserta calon pimpinan BAZNAS Kepri.
Dalam pertemuan tersebut juga tampak beberapa tokoh lainnya sedang berbincang santai sambil menikmati hidangan di sebuah tempat makan.
Menanggapi hal tersebut, Tokoh Pemuda Perubahan Kepulauan Riau, David Nasution, mempertanyakan alasan dan tujuan pertemuan antara panitia seleksi dengan peserta yang masih mengikuti tahapan seleksi.
“Kami sangat menyayangkan munculnya foto tersebut. Terlepas apa pun alasan pertemuannya, seorang panitia seleksi seharusnya menjaga jarak dengan peserta untuk menghindari munculnya dugaan keberpihakan. Ini menyangkut integritas dan kredibilitas proses seleksi,” ujar David Nasution, Selasa (10/6).
Menurut David, meskipun belum tentu terdapat pelanggaran hukum, namun secara etika publik berhak mempertanyakan netralitas panitia seleksi apabila terlihat berinteraksi secara khusus dengan peserta yang sedang mengikuti proses seleksi.
“Ini bukan persoalan makan atau minum bersama semata. Yang menjadi pertanyaan publik adalah mengapa pertemuan itu terjadi di tengah proses seleksi yang sedang berjalan. Apalagi yang bertemu adalah pansel dan peserta calon pimpinan BAZNAS. Wajar jika masyarakat bertanya-tanya ada apa di balik pertemuan tersebut,” katanya.
David menilai, panitia seleksi harus menjaga independensi dan menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan maupun dugaan perlakuan istimewa terhadap peserta tertentu.
“Jangan sampai muncul persepsi bahwa ada peserta yang memiliki kedekatan khusus dengan pansel. Hal seperti ini dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap hasil seleksi nantinya,” tegasnya.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan pihak yang berwenang dalam proses seleksi BAZNAS untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat mengenai pertemuan tersebut.
“Kami meminta pansel memberikan penjelasan secara terbuka. Jika memang tidak ada pelanggaran dan tidak ada pembicaraan terkait proses seleksi, maka hal itu harus dijelaskan agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan,” ujar David.
Lebih lanjut, David mengingatkan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang mengelola dana umat sehingga seluruh proses pemilihan pimpinan harus dilaksanakan secara transparan, profesional, dan bebas dari segala bentuk dugaan keberpihakan.
“Kepercayaan publik adalah modal utama BAZNAS. Karena itu, proses seleksi harus benar-benar bersih dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada pansel yang tidak netral dalam menjalankan tugasnya,” tutup David.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Panitia Seleksi BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau terkait foto yang beredar tersebut. Berbagai pihak pun mendorong agar klarifikasi segera disampaikan guna menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Kepri.



















