Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Buntut Pasca Terima Uang 20 Juta, Ketua BEM FH UBK Akhirnya di Nonaktifkan

60
×

Buntut Pasca Terima Uang 20 Juta, Ketua BEM FH UBK Akhirnya di Nonaktifkan

Share this article

Jakarta, Publikatodays – Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, akhirnya di nonaktifkan oleh Rektor FH UBK, Sri Mumpuni Ngesti Rahaju pada Selasa (23/6/26) malam.

Di nonaktifkan nya Ketua BEM tersebut lantaran, terkait isu uang sebesar Rp 20 juta yang diduga kuat diterima oleh Ketua BEM untuk memindahkan titik lokasi demonstrasi pada pekan lalu.

Example 300x600

“Menyikapi persoalan yang tengah dibahas oleh mahasiswa UBK, akhirnya kami memutuskan untuk meng nonaktifkan Ketua BEM Muhammad Abdimaludin,” kata Rektor UBK, Sri Mumpuni Ngesti Rahaju.

Puluhan uang yang diterima oleh Ketua BEM tersebut, diduga kuat sebagai suap untuk memindahkan tujuan atau lokasi awal digelarnya aksi demonstrasi yaitu di Istana Negara berubah menjadi di depan Gedung DPR RI.

“Setelah menyimak, mengamati, dan mengkonfirmasi baik terhadap kepengurusan kemahasiswaan dan meminta klarifikasi langsung terhadap Ketua BEM, uang tersebut untuk memindahkan titik aksi,” katanya.

Dalam konferensi pers di UBK Cikini Jakarta Pusat, Sri mengungkapkan, pertemuan beberapa mahasiswa pada tanggal 15 Juni 2026 dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Raka Buming Raka, merupakan murni aspirasi dari mahasiswa UBK.

“Jadi pertemuan itu merupakan murni aspirasi dari beberapa BEM fakultas di lingkungan UBK dan tidak di dasarkan pada penugasan atau mandat dari UBK,” ungkapnya.

Sri menegaskan, UBK menghormati hak mahasiswa untuk menggelar demonstrasi, dan itu menjadi tanggung jawab mahasiswa, namun jika terdapat adanya pelanggaran akademik, maka UBK jelas akan melakukan tindakan.

“Prinsipnya, UBK menghormati hak mahasiswa untuk berdemonstrasi, namun tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran akademik, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan kampus,” tegasnya.

Sekedar informasi, pihak kampus telah melakukan investigasi guna mengungkap persoalan yang tengah terjadi pada mahasiswa UBK, Ketua BEM pun telah mengakui menerima uang Rp20 juta yang kemudian dibagikan terhadap sejumlah mahasiswa.

Uang tersebut diberikan agar, titik aksi di Istana Kepresidenan dipindah ke Gedung DPR RI, puluhan juta itu diterima oleh Ketua BEM UBK melalui oknum senior alumni FH UBK yang diserahkan oleh oknum kepolisian.

Namun permintaan memindahkan titik lokasi demo, ditolak oleh mahasiswa dan memilih tetap menggelar deko di depan Istana Kepresidenan meskipun uang tersebut sudah diterima oleh Ketua BEM.(eko)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *