Batam, publikatodays.com- Kesuksesan Ramadhan Sananta menembus skuad Timnas Indonesia menjadi pemantik lahirnya BP Batam International Football Festival 2026. Ajang yang digagas BP Batam ini menargetkan pembinaan sepak bola usia dini secara serius dan berkelanjutan, bukan sekadar kompetisi musiman.
Melalui festival yang mempertemukan akademi sepak bola dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia, Batam diproyeksikan menjadi pusat pembinaan talenta muda di kawasan perbatasan. Langkah ini dinilai strategis karena olahraga tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor sport tourism dan UMKM.
Menurut Fary Djemy Francis, Kepri membutuhkan lebih banyak ruang kompetisi agar lahir pemain-pemain hebat seperti Sananta. Pesan serupa disampaikan Sananta yang mengajak anak-anak Kepri untuk tidak takut bermimpi besar dan terus berjuang menembus level tertinggi sepak bola nasional.
Dukungan penuh diberikan oleh Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra yang melihat festival internasional ini sebagai bagian dari upaya memperkuat citra Batam di mata dunia.
Jika dikelola secara konsisten, BP Batam International Football Festival 2026 dapat menjadi fondasi lahirnya generasi emas sepak bola Kepulauan Riau dan mengukuhkan Batam sebagai kota yang tidak hanya kuat di sektor industri, tetapi juga unggul dalam pembangunan sumber daya manusia.















