Batam, publikatodays.com- Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin, SE, MM, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem mangrove sebagai benteng alami yang memiliki peran strategis bagi kehidupan.
Menurut Wahyu, mangrove bukan sekadar deretan pepohonan di kawasan pesisir, melainkan pelindung alami yang mampu menahan abrasi pantai, menjaga keseimbangan ekosistem laut, menjadi habitat serta tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, sekaligus menopang kehidupan masyarakat pesisir.
“Selamat memperingati Hari Mangrove Sedunia. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa mangrove bukan sekadar pepohonan di pesisir, melainkan benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi, menjaga ekosistem laut, menjadi tempat berkembang biak ikan, serta penyangga kehidupan masyarakat pesisir,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan, sebagai daerah yang terus berkembang menjadi pusat industri, investasi, dan perdagangan, Batam harus mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
“Batam sebagai kota industri dan investasi harus tetap bertumbuh, namun pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian mangrove. Pengalaman krisis dan berkurangnya kawasan mangrove harus menjadi pelajaran berharga agar setiap pembangunan memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Wahyu juga mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melakukan rehabilitasi kawasan mangrove, memperkuat pengawasan terhadap alih fungsi kawasan pesisir, serta menjadikan konservasi mangrove sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari arah pembangunan daerah.
“Saya mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan rehabilitasi mangrove, memperketat pengawasan terhadap alih fungsi kawasan pesisir, serta menjadikan konservasi mangrove sebagai bagian dari pembangunan Batam yang berkelanjutan. Menjaga mangrove hari ini berarti menjaga masa depan pesisir, perikanan, pariwisata, dan generasi yang akan datang,” tutupnya.















