Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaEkonomi

Orang Tua Siswa Keluh kan Biaya Seragam  SMKN Di Garut Yang Wajib Dan Tunai, Pihak Sekolah Klaim Bisa Dicicil Dan Tidak Dipaksakan

32
×

Orang Tua Siswa Keluh kan Biaya Seragam  SMKN Di Garut Yang Wajib Dan Tunai, Pihak Sekolah Klaim Bisa Dicicil Dan Tidak Dipaksakan

Share this article

Publika Todays,com|Garut– Orang tua siswa SMKN 4 Garut menyampaikan keluhan terkait kewajiban pembelian seragam dan atribut sekolah yang dinilai cukup memberatkan. Biaya seragam di lingkungan sekolah ditetapkan Rp750.000 dan atribut Rp100.000, sehingga total mencapai Rp850.000.

 

Example 300x600

Yang menjadi keluhan utama, pembayaran tidak dapat dicicil maupun dibayarkan lewat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), melainkan harus dilunasi sekaligus secara tunai. Belum itu saja, orang tua mengaku pihak guru suka melakukan penagihan melalui pengumuman langsung di dalam kelas, yang membuat siswa merasa tertekan.

 

Keluarga tersebut tergolong kurang mampu dan ibu saat ini sedang dalam keadaan hamil, belum lagi adiknya akan masuk SMP. Sejak masih di bangku SMP, keluarga ini sudah menerima bantuan PIP secara berkelanjutan dan sangat berharap dana tersebut dapat digunakan untuk menutupi biaya seragam anaknya.

 

“Kalau keberatan ya keberatan, Pak. Soalnya kan saya sedang dalam keadaan hamil, belum lagi adiknya yang mau masuk SMP. Kirain atribut itu digratiskan karena sudah beli seragamnya. Kalau seragam kan Rp250.000 satu setel, dikalikan tiga jadi Rp750.000, atribut Rp100.000, jadi total Rp850.000. Belum lagi biaya perlengkapan lain yang harus dibeli di luar sekolah,” ungkap orang tua dengan nada prihatin, minggu (26-07-2026).

 

Keluarga berharap pihak sekolah dapat memberikan keringanan, baik melalui sistem cicilan maupun memfasilitasi pembayaran menggunakan dana PIP, agar kewajiban membeli seragam tidak menjadi penghambat anak untuk tetap bersekolah.

Menanggapi keluhan tersebut, tim Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) SMKN 4 Garut memberikan penjelasan yang berbeda. Pihak sekolah menyatakan bahwa kewajiban pelunasan sekaligus tidak benar dan pembayaran bisa dicicil secara bertahap. Adapun penagihan yang dirasakan orang tua, pihak sekolah menyebutkan tidak benar.

“Itu tidak diwajibkan pak. Untuk penyediaan kita pakai pihak ketiga dan tidak memaksakan juga pak. Sistemnya adalah PO, kita khawatir pak kalau pakai koperasi justru banyak yang tidak terjual seperti sebelumnya. PO itu untuk seragam praktek dan seragam olahraga pak, nah untuk kbaya tidak wajib kalo ada bekas sodara ya silahkan, untuk seragam abu-abu dan Pramuka itu beli di luar sekolah,” ungkap  guru di ruang BLUD, rabu (29-07-2028)

Terjadi perbedaan pandangan antara harapan orang tua dan kebijakan yang dijalankan sekolah. Orang tua merasa terbebani karena biaya harus disiapkan sekaligus dan tidak bisa memanfaatkan dana bantuan seperti PIP, sementara pihak sekolah menegaskan tidak ada pemaksaan dan tetap memberi ruang pembayaran bertahap.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *