Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahInternasionalKesehatanNasional

Bupati Sudah Imbau, Perusahaan Masih Diam? Karhutla Mengganas, Jangan Cuma Jadi Penonton

17
×

Bupati Sudah Imbau, Perusahaan Masih Diam? Karhutla Mengganas, Jangan Cuma Jadi Penonton

Share this article

PUBLIKATODAYS. KALIMANTAN TIMUR _ ‎BERAU — Imbauan Bupati Berau agar perusahaan ikut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik semestinya menjadi alarm keras bagi seluruh perusahaan yang beroperasi di Bumi Batiwakkal.

‎‎Ketika api membakar lahan, petugas gabungan berjibaku di lapangan, sementara masyarakat berhadapan dengan ancaman asap dan kerusakan lingkungan, perusahaan yang memiliki sumber daya dan peralatan pendukung seharusnya tidak tinggal diam.

Example 300x600

‎Bupati sudah mengimbau. Pertanyaannya sekarang: perusahaan bergerak atau hanya menunggu?

‎Media ini telah melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan terkait imbauan tersebut. Konfirmasi itu bukan sekadar formalitas, tetapi untuk mengetahui sikap dan langkah konkret perusahaan dalam merespons kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah titik.

‎Publik tentu ingin melihat apakah perusahaan benar-benar mengambil bagian dalam penanganan karhutla, khususnya perusahaan yang memiliki peralatan, personel, kendaraan operasional, sumber air, maupun fasilitas pendukung yang dapat dimobilisasi ketika terjadi kebakaran.

‎Jangan sampai perusahaan hanya cepat merespons ketika menyangkut aktivitas produksi, tetapi lamban ketika pemerintah dan masyarakat membutuhkan bantuan menghadapi bencana. Kalau pemerintah sudah meminta bantuan, apa lagi yang harus ditunggu?

‎Karhutla tidak mengenal batas wilayah administrasi maupun batas konsesi. Api dapat menjalar, asap dapat menyebar, dan dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas.

‎Karena itu, keterlibatan perusahaan bukan semata-mata soal pencitraan atau formalitas tanggung jawab sosial. Ini menyangkut kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

‎Perusahaan yang memiliki kemampuan untuk membantu seharusnya mengambil posisi sebagai bagian dari solusi. Tidak perlu menunggu api membesar baru bergerak. Tidak perlu menunggu viral baru menunjukkan kepedulian. Masyarakat membutuhkan tindakan, bukan sekadar jawaban normatif.

‎Apabila perusahaan menyatakan siap membantu, publik tentu menunggu bukti konkretnya: personel diturunkan, armada dikerahkan, peralatan pemadam digunakan, serta koordinasi dilakukan bersama pemerintah dan petugas di lapangan.

‎Sebaliknya, jika perusahaan belum dapat membantu, alasan dan kendalanya juga harus disampaikan secara terbuka. Jangan sampai imbauan pemerintah hanya berhenti di meja perusahaan tanpa tindak lanjut.

‎Media ini telah memberikan ruang kepada pihak perusahaan untuk memberikan penjelasan. Sikap perusahaan dalam merespons konfirmasi tersebut menjadi bagian penting dari pemberitaan agar masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang.

‎Sebab, di tengah karhutla yang mengancam Berau, diam juga merupakan sebuah sikap yang layak dipertanyakan ketika sebenarnya ada kemampuan untuk membantu.

‎Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Petugas tidak mungkin terus dipaksa menjadi garda terdepan tanpa dukungan seluruh pihak. Dan perusahaan tidak seharusnya hanya menjadi penonton ketika wilayah tempat mereka beroperasi sedang menghadapi ancaman kebakaran.

‎Bupati sudah mengetuk pintu kepedulian perusahaan. Kini publik menunggu: siapa yang benar-benar membuka pintu dan turun membantu?

‎Media ini akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta perusahaan memberikan penjelasan terbuka terkait langkah konkret mereka dalam merespons imbauan Bupati Berau.

‎Karhutla sedang membutuhkan tindakan. Bukan alasan. Bukan diam. Dan bukan sekadar janji.

 

“Rudi’S”

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *