Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahDPR RISosial

Rizal Bawazier Ajak Warga di Pekalongan, Pemalang dan Batang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Gerakan Jumat Barokah dan Minggu Berkah

18
×

Rizal Bawazier Ajak Warga di Pekalongan, Pemalang dan Batang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Gerakan Jumat Barokah dan Minggu Berkah

Share this article

PEMALANG, Publikatodays.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang juga merupakan tokoh masyarakat yang dikenal luas di kawasan Pantura Barat, Rizal Bawazier, kembali menggugah kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial melalui gerakan nyata berbagi kebaikan.

Ajakan terbuka yang penuh makna tersebut ia sampaikan pada hari Jumat, 28 Agustus 2026. Dalam seruannya, Rizal secara khusus mengalamatkan pesan tersebut kepada seluruh masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki dan kelebihan kemampuan, terutama yang berada di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan, yang meliputi Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, serta Kabupaten Batang.

Example 300x600

Dalam pernyataannya yang dikutip melalui media sosial Instagram Rizal Bawazier dan Sahabat Rizal Bawazier, Rizal menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tidak boleh menjadi sebuah gerakan yang eksklusif, tertutup, atau hanya terbatas pada kelompok dan golongan tertentu saja.

Sebaliknya, ia mendorong agar gerakan-gerakan kebaikan ini harus tumbuh menjadi sebuah gerakan yang inklusif, terbuka, dan merangkul semua elemen masyarakat tanpa kecuali. Ia menekankan bahwa kepedulian harus dilihat tanpa sekat, tanpa membedakan suku, agama, ras, latar belakang ekonomi, maupun status sosial di tengah masyarakat.

“Siapapun yang punya kemampuan lebih, sekecil apa pun itu, mari kita bergerak bersama untuk saling membantu tetangga dan lingkungan sekitar kita,” ungkap Rizal Bawazier.

Dua Program Kebaikan Lintas Agama yang Dijalankan Beriringan

Untuk memberikan wadah yang relevan, kontekstual, dan bisa diterima oleh seluruh umat beragama, Rizal Bawazier menggagas dua momentum doa kebaikan yang berjalan beriringan dan saling melengkapi.

Bagi masyarakat Muslim, ia mengajak untuk menghidupkan kembali dan memaksimalkan tradisi berbagi yang mulia di hari Jumat melalui sebuah program yang ia beri tajuk “Jumat Barokah”. Menurut pandangan Rizal, hari Jumat merupakan hari yang penuh dengan kemuliaan, keutamaan, dan keberkahan, sehingga sangat tepat dan sangat istimewa untuk menebar keberkahan dengan cara bersedekah, membagikan makanan, minuman, nasi kotak, paket sembako, atau membantu warga yang membutuhkan di sekitar masjid, musala, langgar, maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Program Jumat Barokah ini, ditegaskannya, dilaksanakan rutin setiap Jumat nya, sebagai ikhtiar yang konsisten untuk terus menebar manfaat.

Sementara itu, sebagai wujud nyata penghormatan terhadap keberagaman dan untuk memperkuat semangat toleransi antarumat beragama, Rizal juga menginisiasi program “Minggu Berkah” yang secara khusus diperuntukkan bagi saudara-saudara non-Muslim. Program Minggu Berkah ini diharapkan dapat menjadi sarana dan wadah yang tepat bagi umat non-Muslim untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kasih, cinta kasih, dan kepedulian terhadap sesama pada hari ibadah mereka.

Dengan adanya dua program doa kebaikan ini, Rizal ingin menegaskan sebuah pesan yang sangat fundamental bahwa nilai kebaikan itu sendiri bersifat universal. Semangat untuk membantu dan menolong sesama tidak pernah mengenal batas-batas agama, melainkan menjadi panggilan kemanusiaan bersama yang harus dijaga oleh semua pihak.

Esensi Berbagi Adalah Keikhlasan dan Konsistensi

Dalam imbauannya, politisi yang dikenal sangat dekat, merakyat, dan selalu hadir bersama masyarakat akar rumput tersebut juga memberikan penekanan yang sangat penting terkait dengan esensi dan hakikat dari gerakan berbagi.

Ia menegaskan bahwa gerakan berbagi kebaikan ini tidak pernah diukur dari besar kecilnya nominal, jumlah, atau bahan yang diberikan oleh seseorang. Tolak ukurnya bukan pada seberapa besar bantuan itu secara materi.

Inisiatif mulia ini justru lebih mengutamakan dan menitikberatkan pada keikhlasan hati, ketulusan niat, serta keinginan dan konsistensi atau keistiqomahan dari para donatur. Bahkan, Rizal meyakini bahwa bantuan dalam skala kecil sekalipun, apabila dilakukan secara rutin, terus-menerus, dan dengan hati yang ikhlas, akan memberikan dampak, manfaat, dan keberkahan yang jauh lebih besar, lebih terasa, dan lebih berkelanjutan, dibandingkan dengan bantuan dalam jumlah besar yang hanya dilakukan sesekali.

“Berapapun besarnya, seikhlasnya, dan lakukan di tempat masing-masing,” ujar Rizal Bawazier menegaskan prinsip utama dan filosofi dari gerakan tersebut.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak perlu bingung, tidak perlu jauh-jauh, dan tidak perlu menunggu untuk menjadi kaya terlebih dahulu untuk memulai tindakan berbagi. Cukup dengan memulai dari lingkungan yang paling dekat dan paling terjangkau, yaitu dengan lebih peka dan peduli terhadap tetangga kanan-kiri rumah, warga dalam satu lingkup Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), atau warga satu desa yang memang secara nyata membutuhkan uluran tangan.

Harapan Besar untuk Kedamaian dan Keberkahan Wilayah

Lebih jauh lagi, Rizal Bawazier menilai dan memandang bahwa aksi-aksi kebaikan yang terlihat sederhana dan kecil tersebut, jika dilakukan secara serentak, masif, bersama-sama, dan kolektif oleh ribuan warga di wilayah Pekalongan, Pemalang, dan Batang, maka akan mampu menciptakan sebuah efek domino yang luar biasa positif dan dahsyat bagi kehidupan bermasyarakat.

Selain secara langsung dapat membantu meringankan beban ekonomi dan persoalan hidup warga yang kurang mampu dan kelompok rentan, gerakan ini juga akan menjadi perekat sosial yang sangat kuat dan efektif. Ia akan mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat jalinan kerukunan antarumat beragama, dan menjaga serta merawat keharmonisan sosial di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.

Kondisi sosial yang harmonis, rukun, guyub, dan penuh empati tersebut, pada akhirnya akan menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk menciptakan suasana daerah yang aman, damai, tenteram, dan kondusif bagi pembangunan di segala bidang.

Di akhir pernyataannya, Rizal Bawazier mengumpulkan doa dan mengumpulkankan harapan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam agar seluruh wilayah di eks-Karesidenan Pekalongan, khususnya Pekalongan, Pemalang, dan Batang, selalu diberikan limpahan keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa, dijauhkan dari segala macam marabahaya, musibah, dan bencana, serta selalu dilimpahi dengan kedamaian, kerukunan, dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *