Batam, publikatodays.com– Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi strategis di Kota Batam pada Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan investasi di daerah.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kawasan ROW Jalan Hang Tuah tepatnya di Bundaran Bandara Hang Nadim, yang masuk dalam rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) beserta trase jaringan transmisi kelistrikan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta mengidentifikasi berbagai aspek teknis yang perlu diperhatikan sebelum proyek pembangunan dimulai.
Pembangunan SUTT tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan sistem kelistrikan di Batam yang terus mengalami peningkatan kebutuhan energi seiring pesatnya perkembangan industri, investasi, dan pertumbuhan kawasan ekonomi. Dengan tersedianya jaringan transmisi yang lebih andal, diharapkan distribusi listrik dapat berjalan lebih stabil dan mampu mengakomodasi kebutuhan sektor industri maupun masyarakat.
Li Claudia Chandra menegaskan bahwa penguatan infrastruktur kelistrikan merupakan salah satu prioritas penting dalam mendukung visi Batam sebagai kawasan investasi unggulan yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Ketersediaan pasokan listrik yang stabil menjadi salah satu faktor utama yang selalu diperhatikan oleh investor sebelum menanamkan modalnya di suatu daerah.
Selain meninjau rencana pembangunan jaringan transmisi listrik, Li Claudia Chandra bersama jajaran juga melakukan kunjungan ke kawasan Happy Garden, Kecamatan Lubuk Baja, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan banjir saat curah hujan tinggi mengguyur Kota Batam.
Dalam kunjungan tersebut, Li Claudia ingin melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya genangan air. Peninjauan dilakukan dengan memperhatikan kondisi drainase, saluran pembuangan air, topografi kawasan, serta berbagai hambatan yang berpotensi mengganggu kelancaran aliran air menuju saluran utama.
Menurutnya, penanganan persoalan banjir memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berbasis data lapangan agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif serta mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Kawasan Happy Garden selama ini kerap mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi serta mengancam kenyamanan lingkungan permukiman.
Melalui peninjauan langsung ini, BP Batam berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat terkait permasalahan yang terjadi sehingga langkah-langkah penanganan yang akan dilakukan nantinya dapat berjalan tepat sasaran.
Kunjungan ke dua lokasi tersebut menunjukkan keseriusan BP Batam dalam menjalankan fungsi pembangunan dan pengelolaan infrastruktur secara berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada penguatan sektor energi guna mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi, BP Batam juga memberikan perhatian terhadap persoalan yang langsung dirasakan masyarakat, seperti banjir dan kualitas lingkungan perkotaan.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen BP Batam untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan infrastruktur. Dengan sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, diharapkan berbagai program pembangunan yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Kota Batam dan meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan.
“Pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sehari-hari. Karena itu, BP Batam akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi di lapangan guna memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” demikian semangat yang tercermin dari rangkaian peninjauan yang dilakukan Li Claudia Chandra bersama tim.
