Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Advertorial

Investasi Batam Tembus Rp29,89 Triliun, Melonjak 62,75 Persen dan Serap 40.943 Tenaga Kerja

13
×

Investasi Batam Tembus Rp29,89 Triliun, Melonjak 62,75 Persen dan Serap 40.943 Tenaga Kerja

Share this article

Batam publikatodays.com– Realisasi investasi di Kota Batam pada Semester I Tahun 2026 mencatat pertumbuhan yang signifikan. Nilai investasi mencapai Rp29,89 triliun, meningkat 62,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar Rp18,37 triliun.

 

Example 300x600

Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi yang kompetitif di tingkat nasional.

 

“Alhamdulillah, realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun atau tumbuh 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,37 triliun,” ujar Amsakar, Selasa (28/7/2026).

 

Menurutnya, peningkatan investasi mencerminkan iklim usaha yang semakin kondusif sekaligus hasil sinergi antara Pemerintah Kota Batam, BP Batam, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan kepastian berusaha bagi para investor.

 

Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan jumlah proyek investasi. Sepanjang Semester I 2026, jumlah proyek mencapai 15.826 proyek, naik 32,82 persen dibandingkan Semester I 2025 yang berjumlah 11.915 proyek.

 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.932 proyek telah memasuki tahap produksi atau meningkat 52,32 persen, sedangkan 8.894 proyek masih berada pada tahap konstruksi atau naik 20,78 persen. Kondisi ini menunjukkan investasi yang masuk telah menghasilkan aktivitas ekonomi yang nyata, bukan sekadar perencanaan.

 

Dari sisi ketenagakerjaan, investasi tersebut mampu menyerap 40.943 tenaga kerja, terdiri dari 40.423 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 520 tenaga kerja asing (TKA). Jumlah tersebut meningkat 32,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Selain kuantitas proyek yang bertambah, kualitas investasi juga mengalami peningkatan. Nilai rata-rata investasi per proyek naik 22,53 persen, dari Rp1,54 miliar menjadi Rp1,89 miliar, menandakan skala investasi yang masuk ke Batam semakin besar dan bernilai tambah tinggi.

 

Amsakar menjelaskan bahwa struktur investasi Batam kini mulai bergeser dari dominasi sektor jasa menuju industri manufaktur berteknologi tinggi.

 

“Perubahan ini menunjukkan arah pembangunan ekonomi Batam semakin kuat. Industri manufaktur berteknologi tinggi kini menjadi salah satu sektor yang paling diminati investor, disusul industri kimia dan farmasi, perumahan dan kawasan industri, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi,” katanya.

 

Berdasarkan data Semester I 2026, lima sektor dengan realisasi investasi terbesar meliputi:

 

– Jasa lainnya sebesar Rp6,09 triliun;

– Industri mesin, elektronika, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam sebesar Rp6,07 triliun;

– Industri kimia dan farmasi sebesar Rp3,97 triliun;

– Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp3,52 triliun; serta

– Transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp2,55 triliun.

 

Dari sisi asal investasi, Singapura masih menjadi investor terbesar dengan nilai Rp10,89 triliun, disusul Hong Kong sebesar Rp1,39 triliun, Korea Selatan Rp1,18 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp1,11 triliun, dan Amerika Serikat sebesar Rp1,02 triliun.

 

Meski demikian, Amsakar mengakui sektor jasa masih perlu terus diperkuat. Berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, Batam memperoleh skor 4,04, sementara indikator persaingan sektor jasa pada Pilar 7 (Pasar Produk) masih berada di angka 2,91 dari skala lima.

 

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi struktur ekonomi Batam yang masih didominasi industri pengolahan atau manufaktur dengan kontribusi 57,01 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), diikuti sektor konstruksi sebesar 20,23 persen, sedangkan sektor perdagangan dan jasa masih memberikan kontribusi yang relatif lebih kecil.

 

Untuk memperkuat sektor jasa sebagai penunjang industri, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam terus mendorong pengembangan logistik, jasa profesional, ekonomi digital, industri kreatif, penguatan UMKM agar terintegrasi dalam rantai pasok industri, peningkatan kompetensi sumber daya manusia vokasi, hingga perluasan akses pembiayaan bagi UMKM dan perusahaan rintisan (startup).

 

“Fokus kami bukan hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi memastikan investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, dan menggerakkan perekonomian Batam secara berkelanjutan,” tutup Amsakar.

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *