Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahEkonomi

Handoko Wibowo: Omah Tani Berdiri demi Melindungi Hak Dasar dan Adat Petani dari Arus Modernisasi

2
×

Handoko Wibowo: Omah Tani Berdiri demi Melindungi Hak Dasar dan Adat Petani dari Arus Modernisasi

Share this article
Example 468x60

 

​BATANG, Publikaatodays.com – Yayasan Cakrawangsa Indonesia Mulia (CIM) berkolaborasi dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University menggelar forum Rembug Komunitas bertajuk “Strategi Pembangunan Desa Menghadapi Kapitalisme Negara” di Omah Tani, Batang, Kamis (4/6/2026).

Example 300x600

​Forum strategis ini mengonsolidasikan puluhan kepala desa, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga kelompok tani dan nelayan. Pertemuan ini digelar sebagai respons kritis terhadap menguatnya sentralisasi kebijakan pembangunan dari pemerintah pusat yang dinilai berpotensi menggerus ruang partisipasi lokal dan kemandirian ekonomi desa.

​Inisiator kegiatan, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, menegaskan bahwa desa harus ditempatkan sebagai subjek utama dalam konstelasi pembangunan nasional, bukan sekadar pelaksana instruksi.

​”Berbagai program makro yang masuk ke daerah harus memperkuat, bukan justru melemahkan kelembagaan ekonomi lokal yang sudah tumbuh secara organik di masyarakat,” ujar Caswiyono.

​Salah satu poin krusial yang disoroti dalam forum tersebut adalah rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Para peserta mengingatkan pemerintah agar kebijakan baru ini tidak tumpang tindih (overlapping) dengan peran kelembagaan yang sudah eksis di desa, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), UMKM, dan koperasi lokal.

​Pendiri Omah Tani, Handoko Wibowo, S.H., yang hadir sebagai narasumber utama, menggarisbawahi pentingnya ketahanan desa dalam menghadapi arus kapitalisme negara. Ia mengingatkan agar masyarakat desa tidak menjadi penonton di tanahnya sendiri.

​”Strategi terbaik kita adalah memperkuat kedaulatan dari bawah—melalui konsolidasi petani, perlindungan aset agraria, dan pemanfaatan ruang hidup secara mandiri,” tegas Handoko.

​Ia juga menambahkan komitmen historis lembaga yang dipimpinnya.

“Omah Tani berdiri untuk memastikan bahwa modernisasi desa tidak menggusur nilai-nilai luhur, hukum adat, serta hak-hak dasar petani lokal.”

​5 Resolusi Rembug Komunitas Batang
​Sebagai output konkret, forum Rembug Komunitas menyepakati lima poin resolusi bersama untuk mengawal kedaulatan pedesaan:

​Strategi Resiliensi: Memanfaatkan peluang transformasi struktural untuk mendorong pembangunan desa yang berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.

​Desa Sebagai Subjek: Menjamin keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kebijakan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

​Penguatan Kapasitas Lokal: Mendongkrak daya saing ekonomi rakyat melalui optimalisasi fungsi BUM Desa, UMKM, dan kelompok usaha lokal.

​Kolaborasi Antar-Komunitas: Memperkuat jejaring sosial dan kemitraan taktis dengan lembaga pendidikan serta pemerintah daerah.

​Kemitraan Strategis Berkelanjutan: Menyepakati kolaborasi jangka panjang antara PSP3 IPB University, Pemkab Batang, dan komunitas lokal demi menjaga kemandirian ekonomi serta kelestarian lingkungan.

​Selain Handoko Wibowo, diskusi interaktif ini juga menghadirkan sejumlah pakar dan pejabat otoritas terkait, di antaranya Kepala PSP3 IPB University Dr. Ivanovich Agusta, Ketua LAKPESDAM PCNU Batang M. Aminuddin, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Batang, Akhmad Handy Hakim, yang turut memberikan proyeksi kebijakan pemerintah daerah.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *