Publika Todays.com|Garut-Beberapa ruas badan jalan di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Prov. Jawa Barat masih dalam kondisi rusak cukup parah hingga tahun 2026 ini. Ruas jalan yang mengalami kerusakan berada di Kampung Kopo dan Kampung Landeh, meskipun telah ada alokasi anggaran untuk pembangunan jalan pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut informasi dari salah satu warga di kampung kopo menyebut kan, keaadaan jalan tersebut sudah berlangsung lama dan belum ada perbaikan dari pemerintah desa hingga saat ini, ” kurang lebih adalah 10 taun pak, entah gimana ini teh sudah rusak parah belum juga di perbaiki ini teh”, ungkap warga.
Ketika dikonfirmasi pada Selasa (02/06/2026), Kaur Perencanaan Desa Neglasari, Riksa, menjelaskan bahwa alokasi anggaran yang ada saat ini telah dialihkan pada kebutuhan jalan lingkungan lainnya.
“Jadi kalo merujuk ke anggaran yang sekarang itu sudah dianggarkan ke yang lain pak terutama ke jalan lingkungan, jadi untuk sekarang sudah tidak ada, kemarin untuk perbaikan jalan dari IP sudah di realisasikan pak di Kampung Kopo di RW 05,” tandasnya.
Namun, dalam keterangan sebelumnya pada Selasa (02/05/2026), Riksa juga menyampaikan bahwa jalan di Kampung Kopo cukup memakan anggaran karena panjangnya. “Jalan Kopo ini jalan yang paling panjang di Kecamatan Kadungora pak, ya adalah dua kilo,” tambahnya.
Berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2024, terdapat alokasi dana.
– Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang sebesar Rp 278.154.000
– Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani sebesar Rp 300.000.000
Namun, Kaur Perencanaan mengakui bahwa dana sebesar Rp 300 juta tersebut tidak digunakan untuk jalan di Kampung Kopo atau Landeh seperti yang tercantum dalam APBDes 2024. “Ia pak yang tiga ratus itu di pake perbaikan jalan didepan pak, depan kantor desa sepanjang 1 kilo pak, mungkin itu ada kesalahan pak,” jelasnya.
Perbedaan antara pelaporan realisasi APBDes TA 2024 dan pernyataan dari pihak Kaur Perencanaan menjadi perhatian, terutama terkait kesesuaian penggunaan anggaran dengan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis dalam pelaporan atau ada faktor lain yang menjadi penyebab perubahan penggunaan anggaran.
Dalam hal ini, Masyarakat di kampung kopo dan kampung Landeh berharap pihak pemerintah desa dapat segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi beberap ruas jalan yang rusak parah tersebut, di agar dapat mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Neglasari.



















