Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Diduga Terima Uang Rp20 Juta Dari Wapres Gibran Usai Demo, Integritas Ketua BEM FH UBK di Pertanyakan?

42
×

Diduga Terima Uang Rp20 Juta Dari Wapres Gibran Usai Demo, Integritas Ketua BEM FH UBK di Pertanyakan?

Share this article

Jakarta, Publikatodays – Pertemuan para pengurus BEM Fakultas Hukum (FH) UBK dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Raka Buming Raka, menuai sorotan, pasalnya, pasca pertemuan tersebut diduga terdapat adanya penerimaan uang puluhan juta yang diduga diterima oleh BEM PH UBK.

Guna menjawab dugaan tersebut, mahasiswa mendesak agar dilakukan forum klarifikasi pada Senin (22/6/26) kemarin malam, alhasil, terdapat adanya pengakuan yang diakui oleh Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, dimana yang bersangkutan telah menerima uang sebesar Rp20 juta pasca demo Senin (15/6/26).

Example 300x600

“Pengakuan penerimaan uang sebesar Rp20 juta tersebut diakui oleh Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin dalam forum klarifikasi kemarin malam,” kata salah satu peserta forum yang datang sekaligus mahasiswa FH UBK, Na’ilah Panrita Hartono.

Menurut Na’ilah terhadap awak media Selasa (23/6/26), dalam forum klarifikasi yang dihadiri oleh mahasiwa tersebut, berjalan alot karena Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin tidak hadir sejak awal kegiatan dan kemudian memicu kegaduha di dalam forum tersebut.

“Sejak awal Ketua BEM FH UBK tidak hadir, hal ini yang kemudian membuat alot kegiatan forum tersebut, mahasiswa terus mendesak agar Ketua BEM FH UBK hadir, dan setelah didesak, akhirnya Ketua BEM FH UBK hadir,” katanya.

Tidak lama setelah Ketua FH UBK hadir, Muhammad Abdimaludin kemudian memberikan penjelasan terkait uang puluhan juta yang diterimanya dar Wapres Gibran Raka Buming Raka, dia menjelaskan, bahwa dirinya menerima uang agar kelompok mahasiswa, tidak menggelar aksi di depan Istana Negara dan memindahkannya ke Gedung DPR RI.

“Ketua BEM FH UBK menjelaskan kronologinya tentang dia dapat uang, sejumlah uang, yang menurut keterangannya ditujukan agar aksi tidak dilakukan di depan Istana Negara, tetapi dipindahkan ke DPR RI,” ujar Na’ilah.

Kemudian, niatan atau rencana memindahkan titik aksi itu pada akhirnya tidak terlaksana dan mahasiswa tetap melakukan aksi atau berada di kawasan Istana Negara dan pengakuan yang diutarakan oleh Ketua BEM FH UBK, kontak membuat mahasiswa kecewa serta mempertanyakan integritas pengurus organisasi kemahasiswaan.

“Mahasiswa kecewa terhadap Ketua BEM FH UBK, mahasiswa mempertanyakan integritas dia selaku Ketua BEM, meskipun dia menjelaskan bahwa uang Rp20 juta tersebut, dibagikan kepada tujuh orang,” ungkapnya.

Sekedar informasi, dalam forum klarifikasi tersebut diuraikan bahwa penerima uang yang dimaksud oleh Ketua BEM FH UBK yaitu, AbdiAbdimaludin Rp6 juta, Wakil Ketua BEM FH Rafli Maulana Akbar, Ketua BEM FE Pujiono, Wakil Ketua BEM FE Rafli Bastian, Mubarak Fosamu, serta dua nama yang disebut sebagai senior organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yakni Amiruddin Emon dan Syafruddin Eno.

Hingga berita ini dipublikasikan, berlum terdapat adanya keterangan resmi dari sejumlah nama yang disebut dalam forum klarifikasi BEM FH UBK tersebut, dan selain persoalan penerimaan uang, mahasiswa juga mempertanyakan sumber dana karena terdapat perbedaan keterangan yang muncul dalam forum.(eko)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *