Tanjungpinang Publikatodays. Di mata warga lokal, mengarungi lautan dengan boat
kayu, melihat keramba tradisional, atau menjaring ikan dengan alat seadanya adalah rutinitas harian biasa. Namun, bagi wisatawan mancanegara, kesederhanaan masyarakat pesisir Senggarang justru menjadi pengalaman langka yang bernilai tinggi.
Potensi tersembunyi inilah yang ditangkap oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat(PKM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang didanai oleh Fakultas Eknomidan Bisnis Maritim (FEBM UMRAH).
Dipimpin oleh Mirza Ayunda Pratiwi, dosen Bisnis Digital UMRAH, kolaborasi lintas program studi ini merangkul Pokdarwis KelurahanSenggarang untuk mengemas kearifan lokal nelayan setempat menjadi paket eduekowisata bahari berdaya saing.
Senggarang yang juga dikenal sebagai Kampung Proklim, dinilai memiliki modal kuat yang selama ini belum terkomersialisasi secara optimal.
Adapun paket wisata yang dimsksud.
:Paket Sejarah dan Budaya Senggarang
:Paket Kearifan Lokal Nelayan
:Paket edukasi Konservasi Mangrove
:Paket adventure laut.
Tidak berhenti pada penyusunan rute, tim akademisi ini memberikan pendampingan komprehensif kepada pokdarwis mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penentuan harga hingga perhitungan proyeksi profit.
Paket Kearifan lokal ini resmi di uji coba oleh delapan orang wisatawan mancanegara dengan tarif 450,000 per orang. Harga telah disesuaikan dengan permintaan khusus seperti penyewaan boat.
Mirza Ayunda Pratiwi sebagai Dosen bisnis Digital UMRAH, berharap respons positif dari wisatawan mancanegara ini bisa membuka mata masyarakat lokal.
Bagi masyarakat pesisir, aktifitas ini mungkin terasa biasa karena dilakukan sehari-hari Tapi bagi masyarakat luar, ini adalah hal langka dan pengalaman unik. Warga harus mulai menyadari potensi besar ini agar ekonomi senggarang terus berkembang. Tutup Mirza.















