Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahKecamatan Ulujami

Kecamatan Ulujami Dorong DMPM, Potensi Wisata Mangrove Desa Mojo Kembali Dikembangkan

32
×

Kecamatan Ulujami Dorong DMPM, Potensi Wisata Mangrove Desa Mojo Kembali Dikembangkan

Share this article

PEMALANG, Publikatodays.com — Pemerintah Kecamatan Ulujami terus mendorong pengembangan potensi kawasan pesisir melalui program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM).

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat pelestarian mangrove sekaligus menghidupkan kembali potensi wisata di wilayah Kecamatan Ulujami.
Upaya tersebut dibahas dalam Sosialisasi Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) yang berlangsung di Sekretariat OISCA Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kamis (1/10/2026).

Camat Ulujami Waluyo menegaskan bahwa Kecamatan Ulujami memiliki potensi pesisir yang perlu dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lintas OPD, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari tindak lanjut kolaborasi antara kementerian dengan lintas OPD. Untuk Desa Mojo, melalui Kelompok Tani Pelita Bahari, sudah dialokasikan dukungan pembangunan tracking sepanjang 60 meter dan gazebo yang diharapkan dapat mendorong kembali potensi wisata mangrove,” ungkap Waluyo.

Menurut Waluyo, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi wilayah pesisir Kecamatan Ulujami, sehingga keberadaan mangrove tidak hanya dipertahankan dari sisi lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ahmady Stiawan, Kepala Distanperik Era Srinaeni, perwakilan DPUPR Riza, perwakilan Dinpermasdes Iman Nugroho Adi, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Desa Mojo, serta Pj Kepala Desa Pesantren.
Di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, dukungan program diarahkan melalui Kelompok Tani Pelita Bahari berupa pembangunan tracking mangrove sepanjang 60 meter dan gazebo.

Sarana tersebut diharapkan menjadi pendukung dalam mengembangkan kembali wisata mangrove Mojo.
Sementara itu, Desa Pesantren juga menjadi bagian dari pengembangan DMPM melalui Kelompok Tani Hutan Bakau Mulyo II. Berdasarkan usulan kelompok, terdapat sejumlah kebutuhan yang akan mendukung pengembangan kegiatan masyarakat.

Di antaranya ruang pertemuan berkapasitas sekitar 60 orang untuk kegiatan magang, PKL, eksperimen dan pembelajaran, kemudian kebun bibit atau persemaian mangrove.
Pengembangan ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari usulan, berupa ecoprint dan batik mangrove beserta peralatannya, serta dukungan peralatan bandeng presto.

Dengan kolaborasi tersebut, Kecamatan Ulujami diharapkan dapat semakin mengoptimalkan potensi kawasan pesisirnya. Program DMPM bukan hanya diarahkan untuk menjaga keberadaan mangrove, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan wisata, edukasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Ulujami.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *