Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Advertorial

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Gandeng KBRI Tokyo, IIPC dan BNI Tokyo

4
×

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Gandeng KBRI Tokyo, IIPC dan BNI Tokyo

Share this article

Batam, publikatodays.com— Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat strategi untuk menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi investasi utama bagi perusahaan asal Jepang.

Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, dan Bank BNI Tokyo dalam rangka memperluas promosi sekaligus membuka akses investasi baru dari Jepang.

Example 300x600

Pertemuan yang berlangsung di Tokyo, Kamis (3/9/2026), dimanfaatkan BP Batam untuk memaparkan perkembangan ekonomi dan industri Batam, termasuk berbagai peluang investasi serta kesiapan kawasan bagi perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan kegiatan usahanya di Indonesia.

Berdasarkan realisasi investasi Triwulan I 2026, Jepang masuk dalam lima besar negara investor Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam. Pada periode tersebut, total realisasi investasi Batam mencapai Rp17,4 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun.

Sementara hingga Semester I 2026, total investasi di Batam tercatat mencapai Rp38,97 triliun.

Perusahaan Jepang Sudah Beroperasi di Batam

Kehadiran perusahaan Jepang di Batam telah tersebar di berbagai sektor industri, mulai dari elektronik dan kelistrikan, komponen otomotif, manufaktur hingga industri kimia.

Sejumlah perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Batam antara lain PT Epson Batam, PT Yokogawa Manufacturing Batam, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia, PT SIIX Electronics Indonesia, PT Rubycon Indonesia, PT Patlite Indonesia, PT Shimano Batam, PT NOK Precision Component Batam, dan PT Nissin Kogyo Batam.

BP Batam menilai keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi salah satu modal penting untuk membangun kepercayaan calon investor Jepang.

Pengalaman perusahaan Jepang yang telah menjalankan kegiatan usaha di Batam diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lainnya ketika mempertimbangkan Batam sebagai lokasi investasi di Indonesia.

Kepastian Perizinan Jadi Sorotan

Dalam pertemuan tersebut, BP Batam juga meminta dukungan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo untuk mendorong semakin banyak perusahaan Jepang mempertimbangkan Batam sebagai salah satu destinasi investasi strategis.

Batam dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari posisi geografis yang dekat dengan Singapura dan pasar Asia, pembangunan infrastruktur yang terus berjalan, hingga kemudahan dalam proses investasi.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan perusahaan Jepang memiliki karakter yang sangat detail dalam menentukan kawasan investasi.

“Perusahaan Jepang dikenal sangat detail dalam menentukan kawasan untuk investasinya. Karena itu, informasi yang komprehensif mengenai kawasan, kesiapan infrastruktur, kepastian proses perizinan dan kemudahan berusaha menjadi sangat penting,” ujar Ariastuty.

Menurut BP Batam, kepastian dan kemudahan perizinan investasi yang menjadi kewenangan BP Batam merupakan salah satu daya tarik bagi investor Jepang.

Dengan proses yang lebih terintegrasi serta dukungan terhadap kebutuhan investor, Batam dinilai memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan investasi pilihan bagi perusahaan Jepang.

Target Buka Lebih Banyak Investasi

Melalui audiensi tersebut, BP Batam berharap sinergi dengan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo dapat memperluas penyebaran informasi mengenai peluang investasi di Batam.

Kolaborasi itu juga diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan Jepang untuk mengembangkan kegiatan usaha dan industrinya di Batam.

“Kami ingin perusahaan Jepang tidak hanya mengenal Batam sebagai bagian dari Indonesia, tetapi melihat Batam sebagai kawasan yang siap menerima dan mendukung pengembangan investasi mereka,” pungkas Ariastuty.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pengendalian Investasi Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *