Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

Direktur PTP Buka Fakta Kewenangan Screening Freddy Manalu di PT Day One, Diduga Prioritaskan Kerabat dan Orang Dekat dalam Rekrutmen Security hingga Memicu Keluhan serta Gejolak Warga Tempatan

9
×

Direktur PTP Buka Fakta Kewenangan Screening Freddy Manalu di PT Day One, Diduga Prioritaskan Kerabat dan Orang Dekat dalam Rekrutmen Security hingga Memicu Keluhan serta Gejolak Warga Tempatan

Share this article

Batam, publikatodays.com— Polemik mengenai rekrutmen dan penempatan tenaga pengamanan di PT Day One menjadi perhatian setelah muncul keluhan terkait mekanisme penerimaan security dan keterlibatan Freddy Manalu yang saat itu menjabat sebagai manajer security.

Untuk memperoleh penjelasan secara berimbang, PublikaTodays melakukan wawancara langsung dengan Aan Hana Rambe, Direktur PT Putra Tidar Perkasa (PTP), selaku perusahaan penyedia jasa tenaga pengamanan yang bekerja sama dengan PT Day One.

Example 300x600

Dalam wawancara tersebut, Aan Hana Rambe menjelaskan secara terbuka mengenai status Freddy Manalu di PTP, proses awal penempatannya di PT Day One, kewenangan screening calon security, munculnya keluhan masyarakat setempat, hingga informasi mengenai pengunduran diri Freddy.

Freddy Manalu Karyawan PTP

Aan Hana Rambe membenarkan bahwa Freddy Manalu merupakan karyawan PTP dan sebelumnya bekerja sebagai staf operasional.

Menurut Aan, Freddy kemudian ditempatkan di PT Day One karena perusahaan pengguna jasa membutuhkan posisi manajer security dengan kualifikasi tertentu.

“Freddy Manalu memang karyawan kami. Dia menjalani kontrak kerja waktu tertentu,” ujar Aan Hana Rambe. Ke awak media publikatodays rabu 16/09/2026

Ia menjelaskan, PT Day One merupakan perusahaan PMA yang menerapkan standar keamanan tinggi karena berkaitan dengan fasilitas dan teknologi yang digunakan.

Untuk posisi manajer security, kata Aan, terdapat persyaratan khusus, termasuk kualifikasi Gada Utama.

PTP sebelumnya sempat mengajukan beberapa kandidat. Namun, sejumlah kandidat disebut tidak memenuhi persyaratan, salah satunya karena faktor usia.

Karena belum mendapatkan kandidat yang dianggap sesuai, PTP kemudian menempatkan Freddy sebagai bagian dari kebutuhan operasional. Setelah sekitar beberapa bulan menjalankan tugas dan dinilai cocok oleh pihak Day One, Freddy kemudian dipercaya menjadi manajer security.

Mengawasi Lebih dari 70 Personel Security

Aan menjelaskan bahwa hubungan PTP dengan PT Day One pada dasarnya merupakan hubungan kerja sama penyediaan jasa tenaga pengamanan.

Dalam kontrak tersebut, PTP berkewajiban menyediakan sejumlah personel security sesuai kebutuhan perusahaan pengguna jasa. Jumlah personel yang disebut dalam wawancara lebih dari 70 orang.

Sebagai manajer security, Freddy memiliki tugas melakukan pengawasan, pembinaan, memastikan SOP berjalan, serta menjaga pelaksanaan tugas para personel.

“Secara SOP, dia melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap security PTP. Ada lebih dari 70 personel,” katanya.

Namun, dalam perkembangannya, pihak Day One disebut memberikan kewenangan tambahan kepada Freddy untuk melakukan verifikasi atau screening terhadap calon security yang dikirim PTP ketika terjadi kekosongan personel.

“Day One meminta Pak Freddy melakukan verifikasi terhadap calon yang kami kirim. Di situlah mungkin yang disebut tadi ada kewenangan,” ujar Aan.

Kewenangan Screening Jadi Sorotan

Menurut Aan, sistem kerja sama awalnya cukup jelas. PTP bertugas menyediakan tenaga security sesuai jumlah yang disepakati.

Apabila terjadi kekosongan karena ada anggota yang mengundurkan diri, PTP berkewajiban mengirimkan calon pengganti.

Namun, pada periode tertentu, calon yang dikirim PTP harus terlebih dahulu melalui proses screening yang dilakukan Freddy.

“Setiap ada kekosongan, saya kirim orang, harus menghadap Freddy dulu untuk screening. Kalau tidak cocok, dikembalikan,” jelasnya.

Aan mengatakan kewenangan tersebut kemudian menjadi sorotan karena muncul informasi bahwa sejumlah orang yang memiliki hubungan keluarga maupun hubungan kerja sebelumnya dengan Freddy ikut bekerja di PT Day One.

Ia menyebut terdapat kerabat, termasuk ipar, serta beberapa security yang sebelumnya pernah bekerja bersama Freddy.

Menurut Aan, persoalannya bukan semata-mata mengenai adanya keluarga atau orang yang dikenal. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara rekomendasi personal dan kesempatan bagi masyarakat sekitar.

“Sebetulnya wajarlah namanya keluarga. Cuma kami waktu itu berharap membuat komposisi yang seimbang antara keluarga dengan masyarakat sana,” katanya.

Keluhan Masyarakat Sempat Berujung Demonstrasi

Persoalan mekanisme perekrutan tersebut, menurut Aan, sempat memicu gejolak di lingkungan masyarakat sekitar.

Ia mengaku pernah menerima keluhan dari masyarakat yang mempertanyakan kesempatan pemuda setempat untuk mendapatkan pekerjaan sebagai security.

Bahkan, kata dia, persoalan tersebut sempat berkembang menjadi aksi demonstrasi.

“Saya sempat menghadap pimpinan kawasan. Saya jelaskan bahwa saya sudah melakukan konsolidasi dengan masyarakat,” ungkapnya.

Aan kemudian meminta agar kewenangan penerimaan dan penempatan anggota security dikembalikan kepada PTP.

Menurutnya, setelah kebijakan penempatan dikembalikan kepada PTP, kondisi di lapangan menjadi lebih kondusif.

“Saya minta kewenangan untuk penerimaan dan penempatan di Day One tidak melalui Freddy lagi,” ujarnya.

Ia juga mengaku secara rutin melakukan komunikasi dengan RT dan RW serta masyarakat sekitar untuk menjaga hubungan yang baik.

PTP Tekankan Kepentingan Masyarakat Lokal

Aan mengatakan, ketika PTP mendapatkan pekerjaan di suatu kawasan, perusahaan berupaya berkomunikasi dengan masyarakat setempat.

Menurutnya, masyarakat sekitar yang memenuhi persyaratan tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi.

Ia mencontohkan pola yang dilakukan PTP ketika memperoleh pekerjaan di kawasan lain.

“Kalau kami dapat tender di suatu daerah, kami komunikasikan dengan masyarakat. Yang belum bekerja dan mau bekerja kami persilakan melamar. Setelah itu tetap kami seleksi secara profesional,” jelasnya.

Menurut Aan, kesempatan bagi masyarakat lokal tidak berarti mengabaikan kompetensi.

Seleksi tetap dilakukan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan perusahaan dan kebutuhan pengguna jasa.

PTP Tidak Persoalkan Karyawan Berkembang

Aan juga menegaskan bahwa PTP pada prinsipnya tidak melarang karyawan berkembang dan mendapatkan kesempatan karier di perusahaan lain.

Ia bahkan menyebut sejumlah karyawan PTP pernah diminta oleh perusahaan pengguna jasa untuk mengisi posisi tertentu karena dinilai memiliki kemampuan.

“Kalau memang mau direkrut oleh Day One, sebenarnya tidak ada masalah. Banyak contoh karyawan kami yang kemudian diminta perusahaan lain karena dinilai bagus,” ujarnya.

Namun, menurut Aan, proses tersebut seharusnya dilakukan secara terbuka dan tetap memperhatikan hubungan kerja yang masih berlangsung.

Ia menilai komunikasi antara karyawan dengan perusahaan merupakan bagian penting dari etika profesional.

Freddy Disebut Mengundurkan Diri

Mengenai perkembangan terbaru, Aan mengatakan dirinya memperoleh informasi bahwa Freddy Manalu telah mengundurkan diri dari PTP.

Ia menyebut hubungan kerja Freddy dengan PTP masih memiliki masa kontrak hingga tahun 2026.

“Kontraknya masih sampai tahun ini,” katanya.

Aan mengatakan PTP akan melihat persoalan tersebut berdasarkan ketentuan kontrak kerja dan aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Ia bahkan menyatakan akan meminta pertanggungjawaban sesuai ketentuan apabila pemutusan hubungan kerja dilakukan sebelum masa kontrak berakhir tanpa mekanisme yang semestinya.

“Kalau dalam kontrak kerja waktu tertentu harus menyelesaikan kontrak. Kalau terjadi pemutusan sebelum waktunya, ada ketentuan mengenai sisa kontrak,” jelasnya.

Namun, terkait alasan pasti Freddy mengundurkan diri, Aan mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi langsung dari yang bersangkutan.

Disebut Ada Informasi Freddy Akan Direkrut Day One

Di tengah pengunduran diri tersebut, berkembang informasi di lapangan bahwa Freddy akan direkrut menjadi karyawan PT Day One.

Aan mengaku mendengar informasi serupa.

“Saya dapat informasi dia direkrut oleh Day One,” katanya.

Namun, Aan menegaskan bahwa informasi tersebut belum disampaikan secara resmi kepada PTP.

Ia juga menyayangkan apabila seorang karyawan yang masih memiliki hubungan kerja dengan perusahaan tidak melakukan komunikasi langsung.

“Kalau memang mendapat rezeki atau kesempatan bergabung dengan Day One, seharusnya datang dan menyampaikan kepada perusahaan,” ujarnya.

Bagi Aan, persoalan utamanya bukan ketika seorang karyawan memperoleh kesempatan lebih baik, tetapi bagaimana proses tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan etika dan komunikasi profesional.

Kontrak PTP-Day One Berakhir Akhir Oktober 2026

Aan menjelaskan, kerja sama PTP dengan PT Day One memiliki masa kontrak dan akan berakhir pada akhir Oktober 2026.

Ia mengatakan proses tender untuk kelanjutan pekerjaan telah dilakukan dan terdapat beberapa peserta.

Namun, hingga wawancara dilakukan, pemenang tender disebut belum diumumkan secara resmi.

Karena itu, kelanjutan kerja sama PTP dengan PT Day One masih menunggu hasil resmi proses tender.

PTP Berdiri Sejak 2007

Dalam wawancara tersebut, Aan Hana Rambe juga menjelaskan profil PTP.

Menurutnya, PT Putra Tidar Perkasa berdiri pada 27 Juli 2007 dan telah bergerak selama bertahun-tahun di bidang jasa pengamanan.

Aan mengatakan PTP memiliki pengalaman dalam penyediaan tenaga pengamanan dan terus melakukan pengembangan sistem pelatihan bagi calon security.

Menurutnya, security bukan sekadar pekerjaan menjaga pintu atau lingkungan perusahaan, tetapi membutuhkan disiplin, karakter, kemampuan komunikasi serta pemahaman terhadap SOP dan teknologi.

Seleksi Security Diklaim Berlapis

Aan menjelaskan bahwa PTP menerapkan sejumlah tahapan seleksi sebelum seorang calon ditempatkan sebagai security.

Tahapannya mencakup pemeriksaan administrasi, tes kesamaptaan, kemampuan akademik dasar pengamanan, postur, mental dan kepribadian, hingga tes psikologi.

Untuk kesamaptaan, calon mengikuti sejumlah tes fisik seperti lari 12 menit, push up, pull up, sit up dan shuttle run.

Setelah dinyatakan lulus, calon juga mengikuti pelatihan pembentukan.

“Pelatihan pembentukan kami lakukan selama sekitar 10 hari,” katanya.

PTP juga disebut memiliki izin untuk menyelenggarakan pendidikan Gada Pratama.

Bagi calon yang belum memiliki sertifikasi, perusahaan memiliki mekanisme pembiayaan melalui koperasi sehingga biaya pendidikan dapat dibayarkan secara bertahap setelah bekerja.

PTP Klaim Memperhatikan Kesejahteraan Security

Aan mengatakan PTP juga berupaya memenuhi hak-hak tenaga security, termasuk pembayaran gaji, BPJS dan fasilitas lainnya.

Ia mengklaim pembayaran gaji dilakukan melalui sistem payroll dan selama perusahaan berdiri tidak pernah mengalami keterlambatan pembayaran.

“BPJS juga kami berikan. Tidak ada security PTP yang tidak didaftarkan BPJS,” ujarnya.

Menurutnya, PTP juga memiliki fasilitas TS Mart yang menyediakan kebutuhan pokok bagi anggota security.

Kebijakan tersebut, kata Aan, dibuat karena perusahaan memahami kondisi anggota yang terkadang menghadapi kebutuhan rumah tangga ketika menjalankan tugas.

Hanya Dua Komponen yang Bisa Dinegosiasikan

Aan juga menjelaskan prinsip PTP dalam mengikuti penawaran jasa pengamanan.

Menurutnya, perusahaan berupaya tetap mematuhi ketentuan dan tidak melakukan pengurangan yang dapat berdampak terhadap hak tenaga security.

“Kalau ada penawaran, yang boleh dinegosiasikan itu hanya dua, peralatan dan manajemen fee,” jelasnya.

Sementara komponen lain, termasuk hak-hak dasar tenaga security, menurutnya tidak boleh dikurangi sembarangan.

PTP Dorong Rekrutmen Profesional dan Beretika

Aan Hana Rambe menegaskan bahwa persoalan rekrutmen tenaga security harus dilakukan secara profesional, transparan dan tetap memperhatikan kebutuhan perusahaan pengguna maupun masyarakat sekitar.

Ia mengatakan perusahaan penyedia jasa pengamanan memiliki tanggung jawab untuk memastikan tenaga yang ditempatkan memenuhi standar kompetensi.

Di sisi lain, kesempatan masyarakat lokal juga perlu diperhatikan sepanjang calon memenuhi persyaratan.

Terkait polemik Freddy Manalu, Aan mengatakan persoalan tersebut merupakan bagian dari hubungan industrial antara PTP dengan karyawan serta hubungan kerja sama antara PTP dan PT Day One.

Ia berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang sesuai.

“Kalau orang-orang kami berkembang, saya justru senang. Tapi caranya harus baik, beradab dan mengedepankan etika,” pungkas Aan Hana Rambe.

Catatan Redaksi: Keterangan mengenai kewenangan screening, rekomendasi kerabat, keluhan masyarakat, pengunduran diri Freddy Manalu, serta informasi mengenai kemungkinan perekrutan oleh PT Day One dalam berita ini merupakan keterangan dari Direktur PT Putra Tidar Perkasa, Aan Hana Rambe. PublikaTodays tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Freddy Manalu maupun PT Day One untuk memberikan penjelasan atas hal-hal yang disebutkan dalam pemberitaan.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *