PEMALANG, Publikatodays.com – Penasehat Paguyuban Pedagang Nanas Keliling sekaligus perwakilan penyelenggara event “Pemalang Ramadhan Bercahaya”, Eky Diantara, memberikan bantahan tegas terkait tudingan pencurian arus listrik dalam kegiatan tersebut.
Eky memastikan bahwa seluruh aspek operasional, termasuk kelistrikan, telah menempuh prosedur resmi. Ia menjelaskan bahwa, event bertajuk “Nguri Budaya” ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam menghidupkan sektor UMKM dan melestarikan seni tradisional.
Oleh karena itu, koordinasi dan perizinan telah dilakukan secara komprehensif dengan dinas terkait, seperti Diskumdag, Satpol PP, Dishub, hingga DLH.
”Event ini telah kami persiapkan dengan matang, termasuk aspek legalitas dan perizinannya. Sangat tidak mungkin pihak panitia melakukan tindakan ilegal seperti mencuri listrik,” tegas Eky dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2026).
Terkait teknis kelistrikan di lapangan, pihak panitia telah menyerahkan mandat kepada tim ahli yang berpengalaman serta menggandeng pihak ketiga yang memiliki spesialisasi dalam pengurusan teknis PLN untuk kegiatan publik.
”Setelah munculnya pemberitaan tersebut, kami langsung melakukan kroscek kepada tim teknis penerangan. Hasilnya, dipastikan bahwa izin ke pihak PLN sudah ada. Jadi, tuduhan pencurian aliran listrik itu sama sekali tidak benar,” lanjutnya.
Eky menyayangkan adanya narasi sepihak yang menyudutkan penyelenggara tanpa verifikasi yang jelas. Menurutnya, fokus utama kegiatan ini adalah pemberdayaan ekonomi lokal melalui kolaborasi dengan Komunitas Pedagang Keliling.
”Esensi dari ‘Nguri Budaya’ adalah merawat tradisi sekaligus memberi panggung bagi pelaku usaha kecil. Kami berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat,” pungkas Eky.
Sebelumnya, sebuah media online menayangkan pemberitaan yang menuding pihak pengelola lampu penerangan di area bazar Lebaran mengambil arus listrik secara ilegal tanpa izin PLN, disertai desakan dari aktivis setempat agar izin penerangan dicabut. (Alwi Assagaf)
