Pemalang, Publikatodays.com – Program Ausbildung Double Track di SMK Negeri 1 Pemalang yang menjanjikan peluang kerja ke Jerman menuai polemik. Sejumlah wali murid mulai menyaring kejelasan arah dan kepastian penempatan kerja setelah merasa informasi yang diberikan pihak sekolah dan pengelola program masih abu-abu.
Ketidakpastian ini mencuat dalam forum mediasi yang diadakan di lingkungan sekolah pada Jumat (17/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, wali murid mengeluhkan minimnya gambaran keseluruhan mengenai tahapan program serta mekanisme pengiriman ke luar negeri.
Sejauh ini, wali murid mengaku telah menyetorkan biaya sekitar Rp9,7 juta secara bertahap untuk kursus bahasa Jerman dan pelatihan pendukung. Namun, investasi tersebut dinilai belum memberikan kepastian. Bahkan, muncul informasi mengenai skema biaya total yang mencapai Rp360 juta selama masa program, yang rincian dan korelasinya dengan peluang kerja belum dijelaskan secara transparan.
”Kami sudah mengeluarkan biaya, tetapi kepastian kerja belum jelas. Skema yang disampaikan juga belum kami pahami sepenuhnya,” ungkap salah satu wali murid dengan nada kecewa.
Ketua Aliansi Pantura Bersatu, Eky Diantara, yang hadir dalam forum tersebut, menegaskan perlunya pelurusan konsep Ausbildung. Menurutnya, secara esensi Ausbildung adalah sistem bekerja sambil belajar dengan penghasilan tetap.
”Jika saat ini masih tahap pembelajaran dan belum ada kepastian kerja, maka ini tahap persiapan baru. Penting bagi penyelenggara untuk memberikan kepastian kapan mulai peserta masuk ke tahap penempatan,” ujar Eky.
Selain persoalan biaya, wali murid juga menonjolkan aspek legalitas jalur pemberangkatan. Mereka mendesak pihak sekolah untuk memaparkan rincian mitra kerja di Jerman, tahapan seleksi, hingga lembaga keterlibatan resmi seperti BP2MI guna menjamin keamanan penempatan tenaga kerja di luar negeri.
Hingga berita ini diturunkan, wali murid masih menunggu komitmen nyata dari pihak SMKN 1 Pemalang dan pengelola program agar skema Double Track ini tidak hanya menjadi beban finansial tanpa hasil yang jelas. (Topik Priok/Febri)
