Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasional

Ambisi Besar KopDes Merah Putih Mulai Tersendat, Target Dipotong Setengah dan DPR Ragukan Bisa Tercapai

9
×

Ambisi Besar KopDes Merah Putih Mulai Tersendat, Target Dipotong Setengah dan DPR Ragukan Bisa Tercapai

Share this article
Example 468x60

 

Jakarta, publikatodays.com– Program Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih yang selama ini digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan pemerintah ternyata menghadapi tantangan besar di lapangan. Kementerian Koperasi (Kemenkop) secara resmi memangkas target operasional koperasi tersebut hingga 50 persen pada tahun 2026.

Example 300x600

Dari target awal 80.000 unit KopDes/Kel Merah Putih yang direncanakan beroperasi, pemerintah kini hanya menargetkan maksimal 40.000 unit dapat berjalan hingga akhir tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI. Menurutnya, hingga saat ini jumlah koperasi yang benar-benar telah beroperasi baru mencapai sekitar 1.061 unit.

“Saya rasa tahun ini mungkin paling maksimal 40.000 yang terbangun. Yang sudah operasional baru 1.061,” ujar Ferry.

Meski demikian, optimisme Kemenkop tersebut langsung mendapat respons skeptis dari anggota Komisi VI DPR RI. Legislator mempertanyakan realistis atau tidaknya target 40.000 koperasi dapat beroperasi dalam waktu yang tersisa hingga akhir tahun.

Dalam rapat tersebut, anggota DPR secara terbuka menyebut target tersebut sulit dicapai. Namun Kemenkop tetap meyakini percepatan pembangunan fisik dan operasionalisasi koperasi dapat dilakukan secara bertahap.

Ferry menjelaskan bahwa pemerintah kini tidak lagi berfokus mengejar angka semata. Menurutnya, aspek kualitas, tata kelola, model bisnis, hingga studi kelayakan usaha menjadi faktor utama yang harus diperhatikan sebelum koperasi dioperasikan.

“Kami tidak akan memaksakan target 80.000 unit. Pendekatan operasionalisasi harus lebih kualitatif dan memperhatikan feasibility study,” tegasnya.

Berdasarkan data Kemenkop, dari lebih dari 83.000 koperasi yang telah mengantongi badan hukum, baru sekitar 12.533 unit yang pembangunan fisiknya selesai 100 persen. Sementara 22.737 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.

Pemerintah juga mengakui masih menghadapi persoalan ketersediaan lahan, terutama di kawasan perkotaan. Karena itu, pembangunan tahap awal akan difokuskan pada sekitar 40.000 titik yang dinilai paling siap.

Di tengah proses tersebut, program KopDes Merah Putih juga mulai mendapat kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang dalam aksi demonstrasi terbaru mendesak pemerintah menghentikan pembangunan 80.000 KopDes Merah Putih.

Kritik muncul karena program tersebut dinilai berpotensi membebani anggaran negara apabila tidak diimbangi dengan perencanaan bisnis yang matang dan keberlanjutan usaha yang jelas.

Sementara itu, Kementerian Koperasi juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,34 triliun pada tahun 2027 guna mendukung percepatan operasionalisasi KopDes Merah Putih serta program pengembangan koperasi nasional.

Jika usulan tersebut disetujui, total pagu anggaran Kementerian Koperasi pada tahun 2027 akan meningkat menjadi sekitar Rp1,88 triliun.

Dengan target yang kini dipangkas hingga setengahnya, publik menanti apakah program KopDes Merah Putih benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa atau justru menjadi proyek besar yang sulit mencapai target sebagaimana direncanakan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *