Batam, publikatodays.com- PT PLN Batam mengambil peran strategis dalam penguatan investasi digital di Kota Batam melalui penyediaan energi listrik untuk proyek pusat data (data center) berskala besar milik DayOne.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan kapasitas mencapai 511 MVA atau setara 450 megawatt (MW), menjadikannya sebagai pelanggan data center terbesar di Indonesia.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menegaskan bahwa kesiapan pasokan listrik menjadi faktor utama dalam mendukung pengembangan kawasan industri digital di Batam, khususnya di Kabil Industrial Tech Park (KITP).
“Kami memastikan keandalan pasokan energi untuk mendukung operasional pusat data hyperscale ini. Sinergi bersama DayOne dan dukungan BP Batam akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan,” ujar Kwin Fo.
Selain penyediaan listrik, PLN Batam juga terlibat dalam pengembangan energi berkelanjutan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas di atas 200 MWp.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN Batam dalam mendukung kebutuhan energi hijau bagi industri pusat data, yang saat ini semakin menuntut standar keberlanjutan global.
Proyek ini akan memasok kebutuhan energi untuk pengembangan data center DayOne di kawasan KITP secara bertahap pada periode 2026 hingga 2027.
Dengan peran krusial PLN Batam dalam menjamin keandalan listrik dan mendorong transisi energi bersih, proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem digital, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kota Batam.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan bahwa infrastruktur energi menjadi tulang punggung utama dalam menarik investasi teknologi skala global ke Indonesia, khususnya di Batam sebagai hub digital baru di Asia Tenggara.
