Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

Kehadiran dua pucuk pimpinan kesultanan, PYM Datu Amir MA, Sultan Sambaliung, dan PYM Adji Raden M. Bahkrun, Diupacara sakral Bekudung Betiung

120
×

Kehadiran dua pucuk pimpinan kesultanan, PYM Datu Amir MA, Sultan Sambaliung, dan PYM Adji Raden M. Bahkrun, Diupacara sakral Bekudung Betiung

Share this article

Berau Publikatodays.- Perayaan hari jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak, kecamatan sambaliung, kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang digelar pada Kamis, 25 Juli 2026, menjadi saksi kuatnya sinergi antara kekayaan tradisi adat dan institusi kesultanan di Kabupaten Berau.

Acara yang dipusatkan di Balai Adat atau Rumah Sunta tersebut menyuguhkan rangkaian upacara sakral Bekudung Betiung yang sarat akan nilai-nilai syukur dan penghormatan terhadap leluhur.

Example 300x600

Kehadiran dua pucuk pimpinan kesultanan, PYM Datu Amir MA, Sultan Sambaliung, dan PYM Adji Raden M. Bahkrun, Sultan Gunung Tabur, memberikan legitimasi dan keagungan tersendiri bagi masyarakat Tumbit Dayak.

Kehadiran mereka merupakan wujud nyata dukungan kesultanan terhadap upaya pelestarian identitas budaya lokal di tengah arus zaman yang kian dinamis.

Kegiatan dimulai dengan prosesi penyambutan yang kental akan adat, yakni Injak Parang dan pemasangan gelang sebagai simbol perlindungan dan penghormatan.

Para tamu kemudian diajak menapaki sejarah melalui pengenalan kesenian lokal seperti pembuatan ibus (kerajinan tangan), seni mengukir tiang, hingga napak tilas di Tiang Sejarah Kampung Tumbit Dayak.

Tak hanya itu, kemeriahan kian terasa saat masyarakat dan tamu undangan menyaksikan langsung berbagai atraksi kebudayaan, mulai dari prosesi Betiung, ritual Jiak di bawah Pohon Besar, hingga demonstrasi ketangkasan tradisional seperti panjat Piruai, penampilan Pulas Kayu, serta keahlian penggunaan sumpit dan tombak yang masih terjaga kelestariannya.

Selain aspek seni budaya, perayaan ini juga menjadi ajang promosi ekonomi kreatif dengan hadirnya stand UMKM yang menyajikan kekayaan kuliner khas Dayak.

Dalam kesempatan tersebut, PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa. Sultan Sambaliung, menekankan pentingnya menjaga akar budaya sebagai kompas dalam membangun masa depan.

“Kehadiran kami di sini bukan sekedar seremonial, melainkan pengingat bagi generasi muda bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak pada keteguhannya menjaga adat dan martabat. Kampung Tumbit Dayak telah membuktikan selama 263 tahun bahwa tradisi mampu hidup berdampingan dengan perubahan. Rawatlah warisan ini, karena inilah jati diri yang membedakan kita di mata dunia,” ujar PYM Datu Amir MA.

Senada dengan hal tersebut, PYM Adji Raden M. Bahkrun, Sultan Gunung Tabur, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi masyarakat Kampung Tumbit Dayak.

“Saya sangat bangga melihat semangat masyarakat Tumbit Dayak yang begitu kokoh dalam melestarikan budaya asli. Tradisi seperti Bekudung Betiung adalah aset intelektual dan spiritual yang tak ternilai harganya. Mari kita terus pererat tali persaudaraan antara budaya di Berau, agar kekayaan nusantara ini tidak hanya diingat, tetapi tetap hidup dan terus berkembang dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkas PYM Adji Raden M. Bahkrun.

Perayaan ini ditutup dengan prosesi ramah tamah dan pemberian lassang, sebuah penutup yang melambangkan kebersamaan dan ikatan kekeluargaan yang erat antara pemimpin dan rakyatnya.

HUT ke-263 Kampung Tumbit Dayak ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan kampung yang berkelanjutan.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *