Publika Todays.com|Garut-Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Abadi Mekar Desa Simpen Kidul, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut kini menjadi sorotan setelah muncul berbagai pertanyaan terkait dengan pengelolaan usaha setelah di lakukan wawancara di lingkungan dan keterangan dari Ketua BUMDes, Dede Sutadin, senin (20-07-2026).
BUMDes yang memiliki usaha di bidang ternak ayam, ternak bebek, dan ternak ikan juga mencatat penyertaan modal untuk membuka kios Brilink atau ATM bersama senilai Rp 50.803.000.00 (Lima puluh juta delapan ratus tiga ribu rupiah) dengan lokasi di kampung Baru Legok.
Menurut informasi yang diperoleh, untuk usaha ternak ayam dilaporkan telah dilakukan pembelian ayam sebanyak dua kali dengan total biaya Rp 130.000.000 (Rp 65.000.000 per pembelian). Namun, usaha ini telah menyewa lahan dan kandang secara mandiri dan menghabis kan anggaran Rp 10.000.000 dan biaya kandang Rp 20.000.000 dengan itungan per tahun kepada warga lokal.

Sementara itu, usaha ternak bebek yang dikelola perangkat desa, yakni Kadus yang berada di Kampung Cikeris bernama Wahyu, dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 29.000.000. Hal ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat tentang usaha milik desa atau BUMDes yang dikelola oleh perangkat desa.
Warga yang tidak ingin disebut namannya menyatakan bahwa mereka baru mengetahui tentang usaha BUMDes desa simpen kidul pada juma’t kemarin lewat pengumuman oleh kepala desa di pengajian rutinan.
” Abi ge neme uninga kamari pak ari manawi teh eta kandang teh kagungan pak Jajang we”, tandas warga, senin (19-07-2026)
Dalam hal ini, Ketua BUMDes Dede Sutadin menjelaskan ketika di lakukan konfirmasi , senin (19-07-2026)bahwa usaha ternak ikan memang ada dan berlokasi di tempat yang sama dengan kandang ayam petelur, yakni di Kampung Singkur RT 01 RW 02. Menurutnya, jenis ikan yang dibudidayakan bukan hanya ikan nila tetapi juga jenis ikan lainnya seperti lele.

” Kalo ayam awal nya 600 ekor dan beli dari CV pak, cuman sekarang gak tau berapa soal nya banyak yang mati dari awal juga, nah kalo ikan itu ada di bawah kandang ayam, bukan ikan nila saja tapi juga lele namun yang sekarang yang ada itu hanya lele pak”, ungkap nya.
Berdasarkan hasil wawancara terkait dengan penyertaan modal untuk kios Brilink oleh BUMDes Jaya Abadi Mekar Desa Simpen Kidul, telah diketahui bahwa investasi senilai Rp50.803.000.00 tersebut telah diketahui seutuhnya oleh Inspektorat Kabupaten Garut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta pendamping kecamatan.
“Kan inspektorat ke desa, saya bahkan sempat bertanya, dan laporan BUMDES itu hanya sampai desa perenam bulan, kalo tidak ada laporan nanti desa akan melaporkan tentang BUMDes ke inspektorat tentang pertanggung jawaban”, tambahnya.
Meskipun aturan terkait BUMDes tahun 2025 lebih mengacu kepada pengembangan program di bidang pertanian nabati dan peternakan hewani dan dukungan untuk MBG pihak berwenang telah mengetahui dan melakukan pemantauan terhadap penyertaan modal tersebut.














