Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

Pembentukan Panitia dan Pengawas Pilkades Desa Kramat Resmi Dimulai, Camat Pemalang Tegaskan Netralitas Jadi Harga Mati

53
×

Pembentukan Panitia dan Pengawas Pilkades Desa Kramat Resmi Dimulai, Camat Pemalang Tegaskan Netralitas Jadi Harga Mati

Share this article

PEMALANG, Publikatodays.com – Tahapan krusial Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Pemalang resmi bergulir. Sebagai langkah awal, Pemerintah Desa Kramat, Kecamatan Pemalang, secara resmi menggelar musyawarah pembentukan Panitia Pemilihan dan Panitia Pengawas Pilkades, yang dipusatkan di Pendopo Kantor Desa Kramat, pada Senin malam, 27 Juli 2026.

Agenda pembentukan panitia ini menjadi penanda dimulainya secara resmi rangkaian panjang pesta demokrasi tingkat desa yang direncanakan akan mencapai puncaknya pada pelaksanaan pemungutan suara serentak di bulan November 2026 mendatang.

Example 300x600

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan. Turut hadir dalam forum tersebut Camat Pemalang Prasetyo Widiatmoko, Kapolsek Pemalang AKP Agus Soleh, SH, MH, Kepala Desa Kramat Rahayu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan atau Forkopimcam, Ketua beserta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kramat, jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat Desa Kramat.

Dalam musyawarah tersebut, seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmen dan tekad bersama untuk mewujudkan proses Pilkades yang transparan, profesional, akuntabel, serta terbebas dari intervensi dan kepentingan kelompok manapun.

Kades Kramat Ingatkan Panitia Jaga Amanah dan Persatuan

Kepala Desa Kramat, Rahayu, dalam berbagai hal menegaskan bahwa pembentukan panitia dan pengawas merupakan tahapan paling fundamental yang akan sangat menentukan kualitas dan marwah terselenggaranya Pilkades ke depan. Oleh karena itu, ia berharap figur-figur yang terpilih adalah orang-orang yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi.

“Saya berharap panitia yang dibentuk pada malam hari ini benar-benar mampu bekerja secara profesional, menjunjung tinggi kejujuran, serta mampu menjaga amanah yang telah diberikan oleh masyarakat. Pilkades bukan sekadar agenda rutin untuk memilih pemimpin baru, tetapi ini adalah momentum penting untuk memperkuat demokrasi di tingkat desa dan menjaga persatuan warga,” ujar Rahayu.

Ia juga menambahkan pesan persatuan agar pesta demokrasi tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai perbedaan pilihan justru memecah tali silaturahmi dan merusak kerukunan yang selama ini telah terjalin dengan baik di antara kita. Mari kita kawal bersama seluruh tahapan Pilkades ini agar berjalan sesuai dengan aturan, transparan, dan pada akhirnya mampu menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat,” imbuhnya.

Camat Tegaskan Panitia Adalah Wasit, Harus Netral

Sementara itu, Camat Pemalang, Prasetyo Widiatmoko, dalam Arahnya memberikan penekanan yang sangat tegas terkait prinsip netralitas dan independensi penyelenggara.

Menurut Prasetyo, posisi panitia Pilkades sangat sakral karena berperan sebagai wasit dalam kontestasi demokrasi desa. Oleh karena itu, panitia dituntut untuk bersikap adil dan tidak boleh memihak kepada salah satu calon calon.

“Panitia Pilkades adalah wasit dalam pesta demokrasi desa. Oleh karena itu, netralitas menjadi harga mati. Siapa pun yang memiliki hubungan keluarga dekat dengan calon calon atau sudah menunjukkan keberpihakan secara nyata, sebaiknya dengan kesadaran sendiri mengingatkan diri dari kepanitiaan demi menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Prasetyo.

Ia melanjutkan, Pilkades yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila seluruh prosesnya dilaksanakan dengan prinsip jujur, adil, transparan, dan sesuai dengan koridor ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lebih lanjut, Prasetyo juga mengingatkan agar seluruh tahapan Pilkades dijalankan secara cermat dan tertib sesuai regulasi, mulai dari pembentukan panitia, penyusunan jadwal dan tata tertib, tahapan pencalonan, penelitian berkas, penetapan calon, masa kampanye, hingga pelaksanaan pemungutan dan pemungutan suara.

Ia berharap seluruh unsur pemerintah desa, BPD, masyarakat, serta aparat keamanan TNI-Polri dapat terus menjaga komunikasi dan sinergi yang solid agar situasi keamanan dan perdamaian atau Kamtibmas tetap aman dan kondusif selama seluruh proses Pilkades berlangsung.

“Pilkades adalah pesta demokrasi milik masyarakat desa. Siapa pun yang nantinya terpilih merupakan pilihan rakyat yang harus kita hormati dan kita dukung bersama. Mari kita jaga persatuan, hindari segala bentuk provokasi, isu hoaks, dan politik uang, serta sukseskan Pilkades dengan semangat kebersamaan sehingga melahirkan pemimpin desa yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi Desa Kramat,” tutupnya.

Dengan telah terbentuknya Panitia dan Pengawas Pilkades Desa Kramat ini, maka dimulailah secara resmi rangkaian tahapan Pilkades Serentak Tahun 2026 di wilayah Kecamatan Pemalang. Pemerintah Kecamatan bersama Forkopimcam berharap seluruh proses dapat berjalan dengan aman, damai, demokratis, dan menjadi contoh pelaksanaan Pilkades yang berintegritas di Kabupaten Pemalang.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *